Gianyar

Dua Kelompok Ormas Bentrok, Sebuah Mobil Hancur

Jumat, 13 Maret 2015 | 00:00 WITA

Dua Kelompok Ormas Bentrok, Sebuah Mobil Hancur

images.google.com/ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM

   Males Baca?

Beritabali.com, Gianyar. Aksi pengeroyokan dan penusukan yang melibatkan dua kelompok ormas di sebuah arena tajen di Peliatan, Ubud beberapa waktu lalu ternyata berbuntut panjang. 

Bahkan, Selasa (27/1/2015) siang, bentrok kedua ormas itu meledak di perempatan Desa Pejeng, Tampaksiring. 

Meskipun tak menimbulkan korban jiwa, namun kejadian ini sempat membuat warga Pejeng berang dan beramai-ramai keluar rumah. 
   
Informasi yang dihimpun Beritabali.com menyebutkan, awalnya sekitar 3 orang anggota ormas yang menjadi pelaku penusukan di Peliatan sedang minum-minum di sebuah warung kecil di sekitar lokasi. Mereka datang dengan mengendarai mobil Avansa hitam DK 741 AG. 

Selanjutnya, mobil itu diparkir di pinggir jalan dan mereka masuk ke dalam warung untuk minum. 

Tiba-tiba, sejumlah pentolan ormas seterunya (korban penusukan) melintas di jalur tersebut. 

Mereka yang mengenali mobil tersebut langsung turun dan memanggil-manggil nama pentolan ormas seterunya itu.

”Saya tidak melihat langsung. Tiba-tiba situasi sudah ramai dan ada yang membawa pedang,” ujar seorang warga di tempat kejadian perkara.

Aksi yang sempat membuat suasana mencekam ini kian ricuh ketika sejumlah anggota ormas pelaku penyerangan berdatangan dari arah barat dan selatan. Mereka mencari tahu pentolan ormas pelaku penusukan, namun tak ditemukan. 

Disinyalir, ketiganya melarikan diri ke arah timur. Karena tidak puas, mereka mengungkapkan kekesalan kepada mobil Avansa Hitam DK 741 AG. Kaca bagian depan dan belakangnya hancur, pun demikian sejumlah rodanya digembosi.
      
Aksi bentrok ormas inipun membuat satu Peleton Dalmas Polres Gianyar langsung diterjunkan ke lokasi. 

Kelompok ormas penyerang langsung dihalau menuju Gianyar, sedangkan ketiga pentolan ormas seterunya masih dalam pencarian. 

Bahkan, hingga Selasa (27/1) petang, upaya pencarian terhadap pentolan ormas itu masih dilakukan untuk dimintai keterangan dan penjelasan terkait kasus tersebut.

Kapolsek Tampaksiring, AKP Made Uder ditemui di TKP menyebutkan, aksi bentrok ini diduga akibat dendam lama, melihat kedua ormas yang terlibat. 

“Kasus ini kemungkinan akibat dendam lama dari aksi penusukan di arena tajen di Peliatan," ujarnya. 

Ditambahkan, dari hasil penyelidikan dan olah TKP, polisi hanya mengamankan sebuah mobil avansa hitam DK 741 AG. Selain itu, di bagian jok belakang mobil itu ditemukan 2 buah senjata tajam jenis parang. “Barang bukti berupa mobil dan dua buah parang itu sudah diamankan di Mapolres Gianyar," ujarnya.

Sementara situasi tegang tampak di kawasan Wanayu, Bedulu yang merupakan rumah salah satu pentolan ormas. Satu peleton Dalmas tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi sesaat setelah balik dari Pejeng.

Kabag Ops Polres Gianyar, Kompol I Wayan Surata langsung memerintahkan jajarannya untuk mengamankan para pelaku yang kabur. Apalagi sejumlah pelaku yang diidentifikasi, masih tersangkut porses hukum atas perkelaian di Desa Peliatan. 

“Karena kejadian ini sudah mengusik kenyamanan masyarakat dan kantibmas secara umum, kami perintahkan jajaran agar semua pelaku bentrok diamankan. Kami tidak ingin kejadian ini terus melebar terus,”  tegasnya. (art)


Jumat, 13 Maret 2015 | 00:00 WITA


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: