Tokoh Puri Apresiasi Pembangunan Patung Pejuang, Perang Puputan Klungkung dan Perang Kusamba

Jumat, 17 Juni 2016 | 06:00 WITA

Tokoh Puri Apresiasi Pembangunan Patung Pejuang, Perang Puputan Klungkung dan Perang Kusamba

Humas Klungkung

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM

   Males Baca?

Beritabali.com, Klungkung. Rencana Pemkab Klungkung mendirikan patung Perjuangan segera diwujudkan.

Dimana pada anggaran induk Tahun 2016, Pemkab Klungkung telah memasang anggaran perencanaan pendirian patung Ida Dewa Agung Istri Kanya dan Ida Dewa Agung Jambe, untuk mengenang pejuang dalam mempertahankan Klungkung dari penjajah.

Hal ini terungkap saat Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta didampingi Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra membahas perencanan pendirian Patung di Ruang Rapat Bupati Klungkung, hadir pula dari Maestro I Nyoman Gunarsa, tokoh-tokoh Puri Semarapura, Balai Pelaksana Jalan Nasional VIII I Ketut Candra. Kamis, (16/6/2016) kemarin.

Tokoh Puri Semarabawa, Ida Cokorda Ngurah sangat  mengapresiasi perencanaan pendirian Patung Ida Dewa Agung Istri Kanya yang akan  dibangun di bundaran simpang empat by pas Ida Bagus Mantra wilayah Tiyingadi, Kecamatan Dawan, namun Ida Cokorda Ngurah mengusulkan agar Patung yang akan dirikan itu menghadap ketimur karena sebagai wujud menghadapi penjajah dari arah timur dan melindungi kota Semarapura,” jelasnya.
 
Disamping itu juga dari  Tokoh Puri Saraswati, Prof, Dr. Ida Cokorda Raka Putra menyarankan sebelum pembangunan Patung Ida Dewa Agung Istri Kanya agar dibuatkan banten Matur Piuning/ Memohon ijin kebeliau, agar dalam proses pembangunan Patung tersebut bisa berjalan lancar.

Tjokorda Bagus Oka menyarankan dalam pembangunan Patung nanti agar melibatkan Konsultan bali,dan mengunakan Oranamen Khas Bali.
 
Dalam Rapat yang sama Bupati Suwirta dampingi Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Klungkung, Ida Bagus Anom Adnyana dan pihak konsultan, juga membahas Perencanaan  Pembangunan Patung, diantaranya; di  lapangan Puputan Klungkung yang rencananya akan didirikan patung Ida  Dewa Agung Jambe dan pembuatan Taman Rare, Taman Lingsir, Taman Anom dan Arena Skate Board.
 
Menurut Bupati Suwirta, pembuatan patung ini sebagai tindak lanjut ide-ide dan masukan berbagai pihak akan pentingnya tonggak sejarah.

“Klungkung tidak terlepas dari perjuangan raja-raja termasuk para pejuang dari puri,” ujar Suwirta.

Tonggak sejarah ini dinilai penting sebagai pesan kepada generasi penerus, sehingga mereka memahami peran para pejuang dalam mempertahankan Klungkung dari penjajahan.

“Dengan simbol-simbol perjuangan ini generasi muda memahami peran pejuang dalam perang puputan maupun perang kusamba,” jelasnya.
 
Atas rencana tersebut, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak puri dan semua tokoh menyangkut bagaimana rupa dan postur tubuh tokoh tersebut sehingga tidak jauh dari realita atau kenyataan.

“Ini komitmen kita untuk menyadari peran beliau sangat penting dalam keberadaan Kabupaten Klungkung terutama pada jaman penjajahan,” pungkasnya. (bbn/hmsklk/ast)


Jumat, 17 Juni 2016 | 06:00 WITA


TAGS: humas klungkung




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: