Pemimpin Bali Berikutnya Harus Miliki Tiga Hal Penting Ini

Selasa, 27 September 2016 | 19:05 WITA

Pemimpin Bali Berikutnya Harus Miliki Tiga Hal Penting Ini

bbn/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM

   Males Baca?

Beritabali.com, Denpasar. Masyarakat Bali pada tahun 2018 mendatang kembali akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah guna memilih Gubernur dan Wakil Gubernur masa bakti 2018-2023. Dalam membidik pemimpin yang tepat, ada tiga hal penting yang harus dimiliki seorang calon pemimpin Bali yaitu mengerti managemen birokrasi, memiliki ideologi, serta memiliki jiwa negarawan, demi kemajuan dan kesejahteraan Bali dimasa mendatang. 
 
Demikian di ungkapkan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika  dalam acara Jumpa Fans Dialog Interaktif dan Talkshow dengan tema “Membidik Sosok Pemimpin Bali periode 2018-2023”, bertempat di Aula Radio Republik Indonesia (RRI) Denpasar Pro I FM 88.6 MHz, pada Selasa (27/09).
 
Lebih lanjut, Pastika merinci bahwa sosok Gubernur Bali kedepan harus mengerti dengan managemen birokrasi (Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria), karena semua pekerjaan nanti sangat terikat dengan tata peraturan pemeritah dan perundang-undangan yang berlaku. 
 
“Jangan sampai nanti seorang Gubernur tidak mengerti dengan managemen birokrasi, salah-salah bisa masuk penjara kan kasian,” ujarnya. 
 
Disamping mengerti managemen, seorang pemimpin  Bali kedepannya juga merupakan seorang politisi yang memiliki ideologi yaitu menjaga keutuhan NKRI dengan  tidak menginginkan untuk merdeka sendiri, mengamalkan lima butir Pancasila, konsisten untuk mensejahterakan rakyat dan menjaga keamanan untuk melindungi rakyat Bali. 
 
Selanjutnya, Pastika juga mengharapkan bahwa Gubernur Bali kedepan harus memiliki jiwa negarawan dimana tidak berfikir untuk dirinya sendiri, melainkan memiliki pemikiran yang visioner dan untuk satu generasi. 
 
“Kalau bisa pemimpin kedepan memiliki jiwa negarawan, jadi berfikirnya satu generasi kurang lebih 25 tahun kedepan, jadi program yang dibuat hasilnya bisa dirasakan dalam kurun waktu yang lama”, ujar orang nomor satu di Bali tersebut.
  
Dalam talkshow tersebut, juga muncul pemikiran dari beberapa narasumber salah satunya datang dari Ketua PHRI Kabupaten Badung Prof. Ketut Rai Setiabudi, yang mengungkapkan bahwa pemimpin Bali yang ideal untuk mkedepannya selain mampu mensejahterakan rakyat namun juga harus pintar dan berwawasan internaisonal. 
 
Hal tersebut mengingat, Pulau Bali telah menjadi destinasi pariwisata internasional dan aktif dalam kegiatan-kegiatan internasional, oleh karena itu diharapkan Pemimpin Bali nantinya aktif berkontribusi dalam ajang internasional. 
 
Selain itu, Ketua Majelis Umum Desa Pekraman Provinsi Bali Jero Gede Swena Putus Upadesa, menyampaikan bahwa pemimpin Bali kedepan hendaknya mampu mengayomi masyarakatnya, jujur dan memiliki pengetahuan terkait lingkungan desa pekraman, mengingat masyarakat Bali masih berpegang teguh dengan Desa Pekraman.  
 
Sedangkan, Ketua Persatuan Wartawan Indoensia (PWI) Bali Drs.IGMB Dwikoraputra menyampaikan bahwa pemimpin Bali kedepan harus berani melawan arus demi kepentingan masyarakatnya, tidak hanya mengutamakan suatu pencitraan dengan mengikuti keinginan masyarakat, namun juga harus berani mengeksekusi sebuah program atau keputusan yang nantinya  memang untuk mensejahterkan masyarakat.
 
Hadir pula dalam kesempatan tersebut Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali Dewa Mahendra Putra, Pimpinan RRI Denpasar, serta narasumber yang datang dari berbagai ruang lingkup keilmuan.[bbn/hms/psk]


Selasa, 27 September 2016 | 19:05 WITA


TAGS: bbn/ist




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

Nama Jumlah Donasi
Semeton
Rp 70,000
Ni Ketut Sukerti A.
Rp 30,000
I Gede Budiarta
Rp 100,000
Budiman
Rp 500,000
Nonika Mita Dewi
Rp 35,000

Jumlah Donatur sampai saat ini: 19 Donatur
Total Donasi sampai saat ini: Rp 6,485,000

Dimulai sejak Sabtu, 11 Februari 2017