Warga Temukan Tengkorak Eks PKI di Pantai Yehembang

Kamis, 06 Oktober 2016 | 06:05 WITA

Warga Temukan Tengkorak Eks PKI di Pantai Yehembang

bbn/ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM

   Males Baca?

Beritabali.com, Jembrana. Warga di daerah Yehembang Jembrana dihebohkan dengan penemuan tengkorak manusia di pesisir pantai Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.
 
Dari informasi Rabu (5/10), tengkorak manusia itu ditemukan oleh I Ketut Seka (50) sekitar pukul 15.30 wita saat jalan-jalan di pantai. Saat tiba di lokasi penemuan, ia melihat tulang belulang berserakan sehingga hal ini dilaporkan ke aparat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian. 
 
Saat ditemukan, tengkorak dan tulang belulang manusia tersebut sebagian tertimbun pasir dan diperkirakan telah lama terkubur. Abrasi pantai diduga menyebabkan pasir terkikis, sehingga tengkorak dan tulang tersebut muncul. 
 
”Saya biasa setiap hari jalan-jalan ke pantai. Saat saya hendak melihat tanggul yang jebol. Belum sampai di tanggul saya melihat ada tulang yang berserakan,” Kata I Ketut Seka
 
Setelah pihak kepolisian melakukan evakuasi, langsung berkordinasi dengan pihak Desa Pakraman Yehembang untuk langkah pengamanan tulang belulang manusia tersebut. Mengingat tulang belulang tersebut telah teridentifikasi oleh pihak desa pakraman, sehingga tulang belulang manusia itu dikubur langsung di Setra Desa Yehembang. 
 
“Karena sudah diidentifikasi oleh aparat desa setempat sehingga kita serahkan selanjutnya ke pihak desa. Tulang belulang itu dikubur dan dipimpin oleh Pemangku Pura Mrajapati,” kata Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra, dilansir suaradewata.
 
Sejumlah warga setempat menyatakan, tengkorak dan tulang belulang manusia tersebut diyakini adalah eks anggota PKI pada jaman G30S/PKI. Dan lokasi penemuan tulang belulang tersebut diyakini sebagai kuburan massal eks anggota PKI yang dibunuh. 
 
“Saya tahu persis di lokasi itu ada tujuh anggota PKI yang dikubur setelah dibunuh. Bahkan saya masih ingat nama-nama ketujuh anggota PKI yang dikubur di tempat tersebut. Enam orang adalah warga Desa Yehembang dan satu orang warga Kelurahan Tegalcangkring. Mereka dikubur pada tahun 1965 saat peristiwa G30S/PKI. Sebenarnya di sekitar pesisir Yehembang ada 40 orang anggota PKI yang dikubur setelah dibunuh. 33 orang dikubur di areal setra (kuburan) dan tujuh orang dikubur di lokasi ditemukan tulang belulang itu ditemukan,” Tutur Guru Kendya, 80, warga setempat.
 
Sementara, Bendesa Pakraman Yehembang Ngurah Gede Aryana dikonfirmasi membenarkan tulang belulang yang ditemukan warga tersebut adalah eks anggota PKI yang dikubur secara massal. 
 
Tengkorak dan tulang belulang tersebut dulu sudah diabenkan oleh pihak keluarga mereka. Meskipun demikian, pihaknya akan tetap melakukan pecaruan. 
 
“Nanti kita akan mecaru saja. Tulang belulang ini tidak perlu diaben lagi karena sebelumnya sudah diaben oleh pihak keluarga,” jelasnya.[bbn/sdc/psk]


Kamis, 06 Oktober 2016 | 06:05 WITA


TAGS: jembrana




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

Nama Jumlah Donasi
Ni Kadek
Rp 20,000
Ni Ketut Sukerti A.
Rp 100,000
OSIS Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Amlapura
Rp 2,000,000
Semeton
Rp 70,000
Ni Ketut Sukerti A.
Rp 30,000

Jumlah Donatur sampai saat ini: 22 Donatur
Total Donasi sampai saat ini: Rp 8,605,000

Dimulai sejak Sabtu, 11 Februari 2017