Ratusan Polisi Kawal Rekonstruksi Pembunuhan Kakak Kandung

Sabtu, 26 November 2016 | 16:00 WITA

Ratusan Polisi Kawal Rekonstruksi Pembunuhan Kakak Kandung

Rekonstruksi kasus pembunuhan I Nyoman Gentar dengan tersangka yang tak lain adik korban I Ketut Nata di dusun Selat peken, Desa Selat, Susut, Jumat (25/11). [source:istimewa]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM

   Males Baca?

Beritabali.com - Bangli. Ratusan aparat kepolisian diterjunkan untuk mengawal jalannya  proses rekonstruksi kasus pembunuhan I Nyoman Gentar (53) dengan tersangka  yang tak lain adik korban I Ketut Nata ( 47) di dusun Selat peken, Desa Selat, Susut, Jumat (25/11). Rekonstruksi yang dipimpin langsung Wakapolres Bangli Kompol Wimboko  juga  dihadiri oleh   beberapa  petugas  dari kejaksaan  Negeri Bangli.
 
Dalam rekonstruksi yang memperagakan sebanyak 34 adegan itu nampak pula hadir Kasat Reskrim Polres Bangli, AKP Yana Jaya Widya, Kabag Ops, Kompol Ngakan  Anom  Sumadi, Kapolsek Susut, AKP IB Karyawan.  
 
Rekonstruksi diawali dengan adegan tersangka I Ketut Nata membersihkan tempat kerjanya dan disusul korban I Nyoman Gentar datang menaruh pot bunga didepan sekitar tempat kerja milik  tersangka. Melihat kakaknya (korban) menaruh pot bunga tersangka langsung menegurnya. Hanya saja, sata itu  korban langsung marah-marah  dan kemudian korban meninggalkan tempat menuju ke arah barat. 
 
Tak disangka, sesuai adegan kelima terlihat  tersangka justru balik dengan membawa pipa besi dan memecahkan pot bunga milik korban. Melihat pirangai tersangka, korban pun tersulut emosinya dan marah-marah hendak menyerang dan memukul tersangka dengan tangan kosong. 
 
Dalam satu kesempatan tersangka memukul korban kearah kepala dengan menggunakan pipa besi tersebut. Akibat hantaman pipa besi itu, korban rebah dengan posisi telungkup dengan kepala mengarah keselatan dan wajah menghadap ketimur.
 
Selanjutnya, sesuai adegan ke dua belas saksi I Komang Suatari yang mendengar ribut- ribut langsung keluar dan melihat korban sudah  dalam posisi telungkup. Saat bersamaan datang saksi  I Kadek Edi Ariawan dan saksi I Gede Antara Yasa. Selanjutnya saksi berupaya menenangkan tersangka dengan memeluknya dari belakang.
 
Beberapa saat kemudian datang saksi I Wayan Kelim, dan melihat korban terlentang dan melihat tersangka sudah dipegang oleh beberapa orang. Saksi kemudian meminta tolong kepada I Wayan Merta dan Saksi I Ketut Joko untuk mengangkat korban dibantu oleh saksi I Kadek Eriawan. Ketika korban diangkat saksi I Wayan Surya Wirawan melihat tersangka kembali mengambil pipa besi dan kemudian saksi mengambil pipa besi yang dipegang tersangka  dan selanjutnya saksi  membuang pipa besi itu  digundukan pasir. 
 
Hingga pada akhirnya setelah melihat kondisi korban yang sudah tak berdaya, tersangka minta tolong kepada saksi I Wayan Dalem Diatmika untuk mengantarnya menyerahkan diri ke Polsek susut.  Ditemui usai rekonstruksi, Kabg Ops  Polres Bangli, Kompol. Ngakan Anom Sumadi mengatakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pengamanan jalannya rekonstruksi petugas menurunkan sebanyak 131 personil, diantaranya  dari Sat Sabhara, Reskrim , Polsek Susut dan dibantu dari TNI.
 
Sementara itu Kasat Reskrim , AKP Jaya Yana Widya mengungkapkan rekonstruksi dilakukan untuk mengetahui kronologis sebuah kejadian atau kasus yang terjadi. Rekonstruksi kasus pembunuhan ini diperagakan sebanyak 34 adegan  dan semua adegan dapat berjalan dengan lancar.
 
"Untuk saksi anak korban memang kita gunakan peran pengganti, ini tujuanya untuk mengantisipasi hal- hal yang tidak diinginkan," ungkap AKP Yana Jaya Widya. [SD/wrt]


Sabtu, 26 November 2016 | 16:00 WITA


TAGS: rekonsturksi pembunuhan




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: