Rai Mantra: PKBM Beri Peluang dan Atasi Permasalahan Kewirausahaan

Sabtu, 03 Desember 2016 | 21:00 WITA

Rai Mantra: PKBM Beri Peluang dan Atasi Permasalahan Kewirausahaan

Program Magang PKBM dari Kabupaten Karimun Kepulauan Riau pada (2/12) di PKBM Agung Banjar Kreneng, Denpasar Utara. [source: istimewa]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM

   Males Baca?

Beritabali.com - Denpasar. Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat melalui program ekonomi kreatif berbasis budaya, Pemerintah Kota Denpasar bekerja sama dengan Salon Agung yang bergerak di bidang tata rias dan kecantikan membuat PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Agung yang mampu mencetak ratusan bahkan ribuan kader-kader mandiri. 
 
Hal tersebut Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra sampaikan saat membuka Program Magang PKBM dari Kabupaten Karimun Kepulauan Riau pada (2/12) di PKBM Agung Banjar Kreneng, Denpasar Utara.  
 
Dalam sambutannya Walikota Denpasar I B Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, rasa bangganya terhadap program ini mengingat apa yang kita permasalahkan dan apa yang kita butuhkan akan bisa link dan match. 
 
“Dengan PKMB ini dapat mengatasi masalah kewirausahaan dan memberi peluang kepada masyarakat untuk belajar merias yang mana merupakan suatu peluang bisnis yang menjanjikan dan sertifikasi dengan baik serta ini juga akan mempunyai dampak yang sangat luas terhadap pergerakan ekonomi dan tingkat pengangguran di Kota Denpasar ,” ujarnya. 
 
Selain itu PKBM Agung ini lebih lanjut Rai Mantra mengatakan juga akan memberi dukungan bagi Pemerintah Kota Denpasar untuk menjadi Kota Kompeten. 
 
“Jadi kita tidak perlu khawatir lagi dengan pengaruh ekonomi global karena mereka sudah memiliki kompetensi yang jelas dan sertifikasi profesi dalam bidangnya masing-masing,” tandas Rai Mantra.   
 
Ketua PKBM Agung sekaligus pemilik salon Agung A.A. Ayu Ketut Agung mengatakan, melalui program PKBM ini masyarakat yang putus sekolah atau mereka yang tidak memiliki ketrampilan akan mendapatkan bekal kemampuan dan pengetahuan khususnya di bidang tata rias dan kecantikan maupun bahasa. 
 
Dijelaskannya pula, bahwa mereka yang ikut program ini baik untuk paket A, B maupun C tidak dipungut bayaran sepeserpun. Hal ini berhubungan dengan usaha untuk menjalankan program. 
 
Ditambahkannya pula, walaupun program ini boleh dikatakan berjalan bukan berarti tanpa kendala. Terutama masalah tempat mengingat minat masyarakat untuk mengikuti program ini sangat tinggi sementara fasilitas yang kami miliki terbatas. Ia berharap dengan bantuan Pemerintah Kota Denpasar, swasta serta steakholder dapat mampu memberi solusi serta penyelesaian permasalahan yang ada. [rls/eka/wrt]


Sabtu, 03 Desember 2016 | 21:00 WITA


TAGS: kewirausahaan Denpasar




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: