Bappenas RI Jadikan Denpasar Pilot Project Pusat Pengembangan Keterampilan Daerah

Sabtu, 10 Desember 2016 | 16:00 WITA

Bappenas RI Jadikan Denpasar Pilot Project Pusat Pengembangan Keterampilan Daerah

Focus Group Discussion (FGD) antara Pemkot Denpasar dengan Kementerian PPN/Bappenas. [source: ist]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM

   Males Baca?

Beritabali.com, Denpasar. Sebagai jantung Ibukota Provinsi Bali, Denpasar kembali dijadikan pilot proyek. Kali ini  oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI. Denpasar ditetapkan sebagai pilot project bidang Pengembangan Ketrampilan Daerah bersama lima kota lainnya di Indonesia, yakni Makasar, Medan, Kerawang, dan Bojonegoro. 
 
Untuk itu, Pemerintah Kota Denpasar langsung menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang menggandeng Kementerian PPN/Bappenas untuk meningkatkan keterpaduan lembaga Diklat dan Industri/Dunia usaha, Jumat (9/12) di ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar.  
 
BACA JUGA: 
Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra dalam kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Bappenas karena telah lama diajak menjalin kerjasama. 
 
“Yang perlu kita sadari sekarang, kita tidak bisa berpikir secara kondisi lokal yang ada, karena kunci sekarang terhadap masalah ketenagakerjaan merupakan suatu hal yang penting yang harus dibahas. Karena mau tidak mau kita sudah memasuki era MEA, karena dalam MEA yang menjadi topiknya adalah masalah ketenagakerjaan. Senang tidak senang, tidak ada kata terlambat, dan hal ini harus tetap dilaksanakan secara konsisten,” kata Rai Mantra. 
 
Lebih lanjut dikatakan, tenaga kerja itu sebagai kata kunci untuk meningkatka persaingan, selain itu peran lembaga pendidikan atau pelatihan serta dunia usaha juga tidak kalah pentingnya. 
 
“Dan untuk itu perlu adanya pemikiran yang mendalam, dan hal ini harus dilakukan secara masif kerena hal ini merupakan peningkatan daya saing yang dimiliki oleh SDM kita di Indonesia. Dan untuk itu kita harus mampu mensiasatinya lebih awal, dan kami berharap dari FGD ini menghasilkan sesuatu yang baik untuk pembangunan SDM di Denpasar yang memiliki daya saing serta kompetensi tinggi  dan tentunya bisa mewujudkan kota kompeten secara nyata," pungkas Rai Mantra.
 
Sementara Advisor Bappenas, Sumarna Fatul Bahri didampingi Kasubdit, Kualitas Tenaga Kerja Bappenas, Iqbal Abas, mengatakan dasar pemikiran dari pilot project ini adalah meningkatkan kualitas tenaga kerja di Indonesia dalam menghadapi persaingan MEA serta kebijakan dan program revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan kerja. 
 
Dalam hal ini ada dua tujuan yakni secara umum dan khusus, untuk umum yakni meningkatkan keterkaitan/keterpaduan lembaga diklat dan industri dunia usaha. Kemudian  khusus untuk meningkatkan kompetensi lulusan lembaga diklat sesuai kebutuhan serta meningkatkan kerjasama industri dan lembaga diklat khususnya untuk pemagangan dan penempatan kerja.  
 
“Hasil dari pada FGD ini akan digodok oleh Tim di pusat, lalu kami akan membuat rancangan tentang pilot project untuk Kota Denpasar, karena untuk 5 kota ini akan dibuat berbeda,” kata Sumarna.
 
BACA JUGA: 
Dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan rencana dan assesment serta rancangan Indonesia youth employment network jejaring lapangan kerja bagi kaum muda Indonesia oleh Bappenas. [rls/ngurah/wrt]


Sabtu, 10 Desember 2016 | 16:00 WITA


TAGS: Pilot Project Bappenas




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

Nama Jumlah Donasi
Ni Kadek
Rp 20,000
Ni Ketut Sukerti A.
Rp 100,000
OSIS Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Amlapura
Rp 2,000,000
Semeton
Rp 70,000
Ni Ketut Sukerti A.
Rp 30,000

Jumlah Donatur sampai saat ini: 22 Donatur
Total Donasi sampai saat ini: Rp 8,605,000

Dimulai sejak Sabtu, 11 Februari 2017