Dengar Aduan Masyarakat, Pemkab Tabanan Segera Bertindak

Senin, 12 Desember 2016 | 06:00 WITA

Dengar Aduan Masyarakat, Pemkab Tabanan Segera Bertindak

Kerusakan jalan akibat banjir di Banjar Sengguan, Desa Kaba-Kaba. [source: ist]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM

   Males Baca?

Beritabali.com, Tabanan. Setelah mendengar pengaduan dari masyarakat sekitar, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dengan sigap intruksikan Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Tabanan untuk meninjau kerusakan jalan akibat banjir di Banjar Sengguan, Desa Kaba-Kaba. 
 
Menindak lanjuti hal tersebut, Kadis Pekerjaan Umum Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Anom Anthara beserta tim langsung tinjau lokasi kerusakan Jalan akibat banjir di Banjar Sengguan, Kaba-Kaba, Kediri pada Minggu (11/12) kemarin. 
 
BACA JUGA: 
Didampingi Perbekel Kaba Kaba Agung Ngurah Anom Widiadnya dan Klian adat Banjar Sengguan I Putu Wedana.
 
Saat itu Agung Ngurah Anom Widiadnya menjelaskan bahwa kerusakan jalan ini disebabkan oleh meluapnya air pada saluran drainase di samping-samping jalan sehingga menyebabkan banjir. Drainase yang kecil ini tidak bisa menampung banyaknya massa air karena hujan, belum lagi kiriman air dari aliran subak yang ada di hulu. 
 
Kebetulan lokasi jalan agak menurun, atau lebih rendah dari permukaan got sehingga airnya apabila hujan seperti saat ini akan tergenang dan mengakibatkan kerusakan.
 
“Oleh sebab inilah secara lisan kemarin Sabtu (10/12) sore, kami langsung melaporkan kejadian ini kepada Pemkab Tabanan agar segera ditangani. 
Kami mewakili masyarakat Kaba-Kaba mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkab Tabanan di bawah pimpinan Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti, karena telah mendengarkan aspirasi kami dan sangat memperhatikan masyarakat Kaba-Kaba dengan langsung menurunkun tim menanggapi pengaduan kami. Kami harap bagaimana caranya sekarang agar jalan ini bisa kami pergunakan sementara, sembari menunggu langkah-langkah penanganan selanjutnya dari Pemerintah," ungkapnya.
 
Dirinya juga menambahkan, agar jangan cuma jalan saja yang diperbaiki, tapi masalah utama dari penyebab kerusakan yaitu meluapnya massa air dari drainase jalan itu juga diminta untuk diperbaiki.
 
“Kalau bisa drainasi jalan ini juga diperbaikki, kami mohon agar Pemerintah mencarikan solusi dan mencari sumber penyebab kenapa air dari subak di hulu bisa dibuang ke aliran ini. Sehingga saat musim penghujan seperti ini drainase disekitar jalan ini tidak bisa menampung massa air. Dan kami juga mengharapkan agar di titik-titik yang sering terkena banjir alangkah baiknya jangan dihotmik, tapi dibeton agar lebih tahan air," harapnya.
 
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Anom Anthara mengintruksikan agar menormalisir drainase jalan. Sedangkann dari pihak PU akan berusaha mengkondisikan hal tersebut dan mencari sebab-sebab yang menyebabkan aliran air melimpah ruah ke satu titik. 
 
“Debit air tinggi dan ternyata setelah kita amati kita perlu normalisir pengairan, karena itu merupakan awal dari kerusakan jalan ini. Secara umum bidang PU sebagai pelaksana teknis akan kami canangkan kejadian ini pada anggaran tahun 2017," jelasnya.
 
Dirinya juga menambahkan, kalau drainase bekerja dengan baik, dikatakannya tidak mungkin jalan menjadi rusak. 
 
“Sambil jalan kerusakan ini akan kami perbaikki sementara dulu dengan cara agregat secara teknisnya (pemasangan batu kapur) hingga menunggu Tahun Anggaran 2017 nanti," ungkap Kadis PU. 
 
BACA JUGA:
Pihaknya juga menyinggung bahwa penanganan seperti ini bukan hanya berlaku di Desa Kaba-Kaba saja, melainkan di seluruh Kabupaten Tabanan
 
“Bila ada kerusakan jalan di daerah lain di Tabanan, Pemerintah siap mendengarkan aspirasi masyarakat," tutupnya. [rls/wrt]


Senin, 12 Desember 2016 | 06:00 WITA


TAGS: Kerusakan Jalan akibat banjir




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: