IeSPA Bali: Game Bukan Sekedar "Main"

Senin, 12 Desember 2016 | 14:25 WITA

IeSPA Bali: Game Bukan Sekedar

ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM

   Males Baca?

Beritabali.com, Denpasar. Indonesia Electronic Sport Association (IeSPA) resmi hadir di Bali semenjak September 2016 lalu. Merasa umurnya yang masih terbilang muda, beberapa usaha pun didorong untuk memperkenalkan diri ke masyarakat Bali, terutama penyuka game. Salah satunya dengan menggelar DOTA 2 Rank League Bali dari September hingga Desember. 
 
"Kebetulan Dota 2 lagi nge-trend, makanya kita adakan liga tersebut dari bulan September hingga Desember," ujar Gustaf Halim (30), Ketua IeSPA Bali. 
 
BACA JUGA: 
Pria yang akrab disapa Gustaf ini, menambahkan, pihaknya memang sengaja melakukan usaha untuk memperkenalkan perkumpulan pecinta olahraga elektronik ini lewat liga. Hal itu, dikarenakan atlet Bali yang belum banyak merambah liga nasional maupun internasional. 
 
Ia juga mengklarifikasi beberapa orang yang sering kali salah kaprah mengenai Game. Padahal game merupakan hal yang diakui pemerintah. Hal itu menurut Gustaf tercermin dari hadirnya IeSPA, yang mana langsung berada dibawah naungan FORMI. 
 
Lebih lanjut, Gustaf menjelaskan bahwa olahraga terdiri atas tiga jenis. Pertama prestasi yang berada dibawah naungan Disdikpora. Kedua, olahraga fisik seperti misalnya dibawah naungan KONI. Terakhir, olahraga rekreasi seperti olahrga elektronik, yang mana diatur IeSPA dan diatasnya ada pada lingkup FORMI. 
 
"Orang sering kali salah kaprah mengenai game. Kami sendiri ingin mengubah perspektif orang mengenai game. Bahwa, Game bukan cuma sekedar main, tapi juga lebih kompetitif dan bisa menghasilkan uang," jelasnya.  
 
Sementara, mengenai kehadiran IeSPA, dirinya mulai merambah warnet dan kampus untuk melakukan sosialisasi. Bahkan pihaknya juga turut berkoordinasi dengan walikota. 
 
"Kami diawal mengadakan event dan gathering untuk memperkenalkan diri," tambahnya. 
 
BACA JUGA: 
Demi memajukan atlet bali, yang menurutnya masih belum banyak berkancah di turnamen nasional maupun internasional, pihaknya akan makin sering mengedakan kegiatan serupa. Harapannya, empat atau lima tahun lagi Bali akan mampu mengirimkan pemuda-pemuda terbaiknya ke kancah dunia. 
 
"Kami membuka kesempatan seluas-luasnya pada pemuda Bali untuk bergabung bersama. Terlebih kegiatan kami tidak dipungut biaya, hanya pada kala awal saja melakukan biaya administrasi, sementara sisanya tidak akan mengeluarkan biaya dan selanjutnya, setiap event kami bisa diikuti," tutup Gustaf. [wrt]


Senin, 12 Desember 2016 | 14:25 WITA


TAGS: DOTA 2 Iespa game Electronic Game




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

Nama Jumlah Donasi
Ni Kadek
Rp 20,000
Ni Ketut Sukerti A.
Rp 100,000
OSIS Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Amlapura
Rp 2,000,000
Semeton
Rp 70,000
Ni Ketut Sukerti A.
Rp 30,000

Jumlah Donatur sampai saat ini: 22 Donatur
Total Donasi sampai saat ini: Rp 8,605,000

Dimulai sejak Sabtu, 11 Februari 2017