Bendesa Kecewa, 100 turis Konfirmasi Hadir Namun Kenyataannya Nihil

Selasa, 20 Desember 2016 | 11:01 WITA

Bendesa Kecewa, 100 turis Konfirmasi Hadir Namun Kenyataannya Nihil

Penanaman 121 pohon di kawasan sisi timur Mandala Suci Wanara Wana. [ist]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM

   Males Baca?

Beritabali.com, Gianyar. Bendesa Desa Adat Padang Tegal Made Gandra mengungkapkan kekecewaan atas minimnya kehadiran turis asing dalam bazzar pohon yang digelar bersamaan dengan penanaman 121 pohon oleh salah satu bank BUMN di kawasan sisi timur Mandala Suci Wanara Wana (Monkey Forest), Ubud, Selasa (20/12).
 
Gandra mengatakan, pihaknya sangat gencar mempromosikan even bazzar tersebut di media sosial. Salah satunya melalui akun Ubud Community. Dalam upaya itu, tampak banyak respon positif dari turis asing yang menyatakan akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. 
 
BACA JUGA: 
Namun, hingga usai acara, tak ada satupun turis tersebut datang.
 
"Ada sekitar 100 turis yang mengonfirmasi akan hadir. Tapi kenyataannya nol. Ini menunjukkan kalau mereka hanya berkoar-koar peduli lingkungan. Memang tidak ada kewajiban atau paksaan turis harus ikut, namun setidaknya program ini sifatnya meningkatkan kepedulian terhadap alam. Mungkin mereka takut harus merogoh kocek. Sebab, konsep bazzar pohon itu sifatnya transaksi," katanya.
 
Dijelaskan, bahwa konsep bazzar ini mewajibkan setiap pihak yang ingin menaman pohon di areal Monkey Forest, terlebih dahulu membeli pohon hidup di bazzar tersebut. Kemudian, pohon itu akan diberi plat atas nama yang bersangkutan. Secara langsung, masyarakat akan berkontribusi terhadap keberlangsungan alam. 
 
Gandra juga sangat mengharapkan partisipasi dari pengusaha dan masyarakat di Ubud untuk turut memberi sumbangsih positif dalam upaya penghijauan. Hal itu akan berdampak besar terhadap suasana di Ubud yang asri. Sehingga, wisatawan akan betah tinggal di Ubud dan memberikan kesan yang baik.
 
”Mari jaga Ubud bersama-sama, membeli dan menanam pohon sama dengan membeli kehidupan,” ajaknya.
 
Gandra juga mengungkapkan harapannya kedepan untuk lestarinya hutan di kawasan Ubud. 
 
“Saya ingin dalam 2 tahun ke depan areal ini akan menjadi hutan yang asri. Dengan target 1.000 pohon tumbuh di dalamnya. Dengan memprioritaskan tanaman yang bisa dipakai untuk keperluan yadnya dan obat-obatan. Konsepnya hutan hijau yang dipadukan dengan ruang tunggu, central parkir, dan ruang rekreasi bagi pecinta lingkungan,” ucapnya.
 
BACA JUGA: 
Sementara, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gianyar Nyoman Nuadi menyampaikan apresiasi terhadap program penanaman pohon tersebut. Kegiatan ini menunjukkan kepedulian nyata dan komitmen yang besar dalam menjaga kelestarian kawasan Monkey Forest yang sudah sangat mendunia ini.
 
”Semoga pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik, dan akan menjadikan Monkey Forest semakin sejuk,” ucapnya. [rls/ari/wrt]


Selasa, 20 Desember 2016 | 11:01 WITA


TAGS: Tanam Pohon Monkey Forest Ubud




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: