Jalan Payang Jebol, 60% Ekonomi Masyarakat Ikutan "Ambrol"

Selasa, 03 Januari 2017 | 11:17 WITA

Jalan Payang Jebol, 60% Ekonomi Masyarakat Ikutan

Jalan Payang yang menghubuungkan Desa Batur dengan Banjar payang jebol. [ist]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM

   Males Baca?

Beritabali.com, Bangli. Dampak hujan deras yang mengguyur wilayah Bangli sejak beberapa pekan terakhir, terus menyebabkan sejumlah kejadian bencana alam. Bencana yang terjadi, tidak hanya pohon tumbang dan tanah longsor. 
 
Lebih parah lagi, akses Jalan Payang yang menghubungkan Desa Batur dengan Banjar Payang, Kecamatan Kintamani juga turut ambles. Akibatnya, aktivitas perekonomian masyarakat setempat pun menjadi terhambat. Pasalnya, amblesnya sebagian ruas badan jalan tersebut telah menyebabkan kendaraan roda empat rawan untuk melewatinya. Terlebih, akses jalan tersebut berada diketinggian tebing yang curam.  
 
BACA JUGA: 
 
Pantauan di lokasi,Senin (2/1), jalan dengan lebar enam meter ini mengalami jebol sepanjang hampir 35 meter dengan kedalaman mencapai ratusan meter.  Kondisi tanah di lokasi tampak labil sehingga potensi longsor susulan semakin rawan terjadi sewaktu-waktu. 
 
Menurut penuturan sejumlah warga, upaya untuk mencegah jebolnya jalan semakin parah pernah dilakukan dengan cara memasang kampil yang diisi tanah. Namun sayang, usaha ini sia-sia akibat terjangan air hujan dari sisi timur dan selatan jalan membuat jalan ini ambrol. 
 
“Jalan ini tidak mampu menahan air bah, makanya langsung jebol,”ungkap warga Banjar Payang  I Ketut Redana.
 
Sementara Kadus Payang I Kadek Sukarta saat dikonfirmasi awak media mengakui jalan tersebut telah ambrol sekitar lima hari lalu. Saat kejadian hujan di wilayah Kintamani turun deras. 
 
Disebutkan, saat hujan deras tersebut, awalnya luapan air menerjang dan membuat Dinding Penguat Tanah (DPT) yang dibangun sekitar dua tahun lalu ambles sehingga menyebabkan seabagian badan jalan turut tergerus. 
 
BACA JUGA: 
 
“Karena jebolnya badan jalan ini, menyebabkan sopir kendaraan roda empat tidak ada yang berani melintas. Akibatnya hampir 60 persen akonomi masyarakat kami terganggu, ” keluhnya. 
 
Tindak lanjut dari itu, Ia meminta pemerintah cepat turun tangan untuk melakukan perbaikan agar perekonomian masyarakat kembali normal. [bbn/sd/wrt]


Selasa, 03 Januari 2017 | 11:17 WITA


TAGS: jalan jebol hujan lebat




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: