Hujan Es di Yogyakarta, BMKG Jelaskan Penyebabnya

Jumat, 06 Januari 2017 | 07:00 WITA

Hujan Es di Yogyakarta, BMKG Jelaskan Penyebabnya

ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM

   Males Baca?

Beritabali.com, Yogyakarta. Fenomena hujan es yang terjadi di Yogyakarta pada Kamis (5/1), sempat viral di media sosial. Terkait fenomena alam langka ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara.
 
BMKG Yogyakarta menyatakan bahwa hujan es di Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta pada Kamis sore itu disebabkan munculnya awan Cumulonimbus (CB) yang disertai angin kencang.
 
Pilihan Redaksi: 
 
"Hasil pantauan radar cuaca tadi siang ada kemunculan awan CB dengan suhu sangat dingin mencapai di bawah 0 derajat celcius," kata Joko Budiono, Koordinator Pos Klimatologi dan Geofisika BMKG Yogyakarta, Kamis malam.
 
Sebelumnya, Koordinator Operasi Pemantauan Potensi Bencana Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY Krisnadi Setiyawan menyebutkan berdasarkan laporan tim di lapangan pada Kamis sore telah terjadi hujan berupa gumpalan es di Jalan Jatimulyo RT 43 RW 23 Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
 
Karena sangat jarang terjadi di wilayah yang beriklim tropis seperti di Indonesia, maka fenomena alam langka ini sempat membuat warga heboh.
 
Menurut BMKG Yogyakarta, hujan es yang terjadi pada Kamis sore itu masih dikategorikan sebagai fenomena normal dan masih mungkin terjadi mengingat wilayah Yogyakarta akan segera memasuki puncak musim penghujan. Hujan es bisa saja terjadi jika adanya awan yang cukup tebal dengan suhu dingin di bawah 0 derajat celcius.
 
"Di puncak awan CB terdapat kristal-kristal es. Kristal es itu bisa jatuh bersama hujan yang disertai petir dan angin kencang," kata Joko.
 
Selain hujan es, lanjut Joko, selama tiga hari ke depan Provinsi DI Yogyakarta masih berpotensi hujan berkapasitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dengan kecepatan 30-40 kilometer per jam yang kemungkinan bisa menyebabkan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga jalan licin.
 
Berdasarkan pantauan Pos Klimatologi BMKG terhadap kondisi atmosfer di DI Yogyakarta, kelembaban udara cukup tinggi di bagian atas atmosfer mencapai 80-90% dengan curah hujan rata-rata mencapai 50-100 milimeter per dasarian.
 
Pada puncak musim penghujan yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Januari hingga Februari, curah hujan naik hingga 150 milimeter per dasarian. [bbn/idc/wrt]


Jumat, 06 Januari 2017 | 07:00 WITA


TAGS: Hujan Es Yogyakarta




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: