Hadapi Persoalan Permodalan, Petani Dapat Manfaatkan Jamkrida Bali Mandara

Selasa, 10 Januari 2017 | 08:00 WITA

Hadapi Persoalan Permodalan, Petani Dapat Manfaatkan Jamkrida Bali Mandara

Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta. [source: ist]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM

   Males Baca?

Beritabali.com, Denpasar. Sektor permodalan sepertinya masih menjadi salah satu masalah besar yang dihadapi para petani padi khususnya ketika panen raya tiba. 
 
Pasalnya, dengan hasil panen melimpah para petani terpaksa menjual gabah hasil sawah mereka kepada para tengkulak untuk mendapatkan modal secepatnya. 
 
Hal ini berakibat pada rendahnya harga gabah dan terkadang mengakibatkan kerugian bagi para petani. 
 
Menyikapi permasalahan tersebut, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta meminta para petani untuk memanfaatkan penjaminan kredit daerah yang dikelola oleh PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara untuk mendapatkan penjaminan peminjaman modal.
 
Lebih jauh  Wagub Sudikerta menyampaikan, dengan adanya modal maka para petani diharapkan tidak terburu-buru menjual hasil pertaniannya kepada tengkulak sehingga harga gabah tetap stabil dan tidak meyebabkan kerugian bagi para petani. 
 
Dengan demikian kedepannya sektor pertanian akan menjadi sektor yang menjanjikan selain sektor pariwisata dan akan dapat menarik minat para generasi muda untuk bertani . 
 
"Sektor pertanian saat ini masih kalah dengan sektor pariwsata, para generasi muda masih lebih tertarik terjun ke dunia pariwisata ketimpang jadi petani. Untuk itu kedepannya akan difokuskan pada peningkatan sektor pertanian, sehingga kita bisa berdaulat pangan dan pertanian menjandi sektor penting dalam pergerakan perekonomian Bali," jelasnya saat menerima audensi dari Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Pengusaha penggilingan Padi dan Beras Indonesia (DPD PERPADI) Provinsi Bali di ruang kerjanya, Senin (9/1). 
 
Sudikerta juga menambahkan selain berkenaan dengan sektor permodalan, pertanian juga masih menghadapi beberapa permasalahan lainnya seperti ketersediaan lahan pertanian yang semakin berkurang, penggunaan teknologi yang masih terbatas, sarana prasarana dan infrastuktur yang belum memadai serta  pendistribusian dari hasil pertanian khususnya ketika panen raya yang perlu mendapat perhatian.
 
Sudikerta pun meminta agar dilakukan berbagai langkah peningkatkan sektor pertanian diantaranya dengan menyediakan infrastuktur seperti perbaikan waduk serta saluran irigasi sehingga ketersediaan air terutama di musim kemarau akan terjamin serta penyediaan alat pertanian yang berbasiis teknologi seperti traktor, alat pemotong padi serta penggilingan padi. 
 
Tidak hanya itu, dari hasil riset yang telah dilakukan oleh para peneliti dalam upaya meningkatkan hasil dan kualitas produksi pertanian juga perlu diterapkan. 
 
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum DPD Perpadi Provinsi Bali AA Made Sukawetan, S.Sos menyampaikan bahwa organisasi yang Ia pimpin menaungi sekitar 700 tempat penggilingan padi namun hanya baru 110 usaha penggilingan yang mendapat bantuan penguatan modal dari Lembaga Usaha Ekonomi pedesaan (LUEP). 
 
Maka dari itu, pihaknya sangat mengapresiasi langkah Wagub dengan melakukan sinergi dengan pihak Jamkrida Bali Mandara guna mendapatkan penguatan modal. [rls/wrt]


Selasa, 10 Januari 2017 | 08:00 WITA


TAGS: Jamkrida Bali Mandara permodalan petani




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: