Sekali Pukul, Turis Jerman Tewaskan Warga Sumut di Legian Kuta

Kamis, 30 Maret 2017 | 21:15 WITA

Sekali Pukul, Turis Jerman Tewaskan Warga Sumut di Legian Kuta

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM

   Males Baca?

Beritabali.com, Kuta. Empat hari menjalani perawatan di RSUP Sanglah, Denpasar, Steven Djingga (49) akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, pada Sabtu (25/3) dinihari lalu. Pria asal Sumatera Utara ini tewas di tangan turis asal Jerman, Giuliano Lemoine (21) saat dugem di Paddys Club Jalan Legian Kuta, Selasa (21/3) dinihari lalu.
 
Giuliano Lemoine diamankan Tim Buser Polsek Kuta dipimpin Kanitreskrim Iptu Ario Seno Wimoko di Hotel Ixora, Jalan Kartika Plaza, Kuta, Kamis (23/3) sekitar pukul 11.00 lalu. Pemilik passport C7JT9TYGP ini mengakui segala perbuatannya menganiaya Steven Djingga (49) di tempat hiburan yang digandrungi wisatawan asing itu.
 
Menurut Kapolsek Kuta Kompol Wayan Sumara, kejadian berawal saat korban bersama temannya Wisnu Tony hendak dugem di Paddys Club di Jalan Legian Kuta, pada Selasa (21/3) sekitar pukul 01.00 dini hari lalu. Disana, mereka meneguk minuman keras hingga mabuk.
 
Di tempat yang sama, pelaku bersama tiga temannya juga minum minuman keras hingga mabuk. 
 
“Pelaku dan tiga temannya membuka baju karena kepanasan. Di sanalah terjadi ketersinggungan dan cekcok mulut” ujar Kapolsek, Kamis (30/3).
 
Mendengar ribut-ribut, dua satpam Paddys Club, I Gde Tangga Lisa dan I Putu Yudi Wartawan langsung melerai serta membawa mereka keluar. 
 
“Jadi, kedua satpam itu sudah mendamaikannya dan mereka salaman. Tersangka dan temannya pun kembali masuk ke bar,” ungkapnya.
 
Namun beberapa jam kemudian, pelaku keluar dan melihat korban bersama temannya Wisnu Tony masih berada di depan bar. Akibatnya, muncul kembali percekcokan dan berakhir dengan pemukulan. 
 
“Pelaku memukul wajah korban dengan satu kepalan tangan,”ujar perwira asal Gianyar ini.
 
Dalam sekali pukul, korban yang tinggal di Perumahan Kuta Permai I, Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta ini jatuh tersungkur ke belakang. Tragis, kepalanya membentur beton trotoar. Pria asal Sumatera Utara ini terkapar dan tak sadarkan diri. Dari hidungnya keluar darah. 
 
“Temannya (Wisnu Tony) mengantar korban ke RS Siloam dengan menggunakan taksi,” beber Kapolsek.  
 
Lantaran kondisi luka parah di bagian kepala, korban dilarikan ke RSUP Sanglah. Empat hari menjalani perawatan di RSUP Sangla, korban menghembuskan nafas pada Sabtu (25/3) sekitar pukul 04.00 dinihari. Korban meninggal dunia dengan diagnose pendarahan otak.
 
“Awalnya pelaku tidak mengaku melakukan penganiyaan, namun setelah diinfokan jika korban sampai meninggal dunia, dia (pelaku) baru mengakui perbuatannya,” imbuh Ario Seno.
 
Pelaku dijerat pasa 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan orang meninggal dunia. Barang bukti yang diamankan satu baju kaos warna biru dan celana panjang jeans warna biru milik korban. 


Kamis, 30 Maret 2017 | 21:15 WITA


TAGS: jerman pembunuhan kuta




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: