Penampahan Galungan, Sejumlah Warga Miskin Tak Ngelawar

Rabu, 05 April 2017 | 11:44 WITA

Penampahan Galungan, Sejumlah Warga Miskin Tak Ngelawar

Kunjungan Gubernur Bali Made Mangku Pastika ke sejumlah warga miskin di Karangasem. [ist]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM

   Males Baca?

Beritabali.com, Karangasem. Sambut Hari Raya Galungan dan Kuningan, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengunjungi beberapa warga kurang mampu di wilayah Kabupaten Karangasem pada Selasa (4/4).  
 
Selain untuk silahturahmi dengan warga, Pastika juga menyerahkan bantuan berupa beras dan uang tunai. Selain itu,  kegiatan itu juga dimaksudkan agar dapat mengetuk hati masyarakat untuk dapat memperhatikan lingkungan sekitar dan saling berbagi dengan masyarakat. 
 
“Pada hari Penampahan Galungan yang penuh makna ini, ternyata dari semua masyarakat yang kita kunjungi, belum ada yang “ngelawar”, bahkan beras pun meraka tidak punya. Di satu sisi banyak orang-orang Bali yang hari ini bergelimpangan makanan tapi pihak lain masih banyak masyarakat yang belum mampu untuk makan hari ini," ungkapnya. 
 
Pastika mengawali kunjungan pertamanya ke rumah seorang nenek lanjut usia yang hidup sebatang kara di Dusun Bau Kaler, Desa Nawa Kerti, Kecamatan Abang. Ia adalah Ni Wayan Pejet (83) yang tinggal di sebuah rumah sederhana, hasil program bedah rumah Pemprov Bali pada Juni tahun 2016 lalu. 
 
Nenek Pejet sangat senang melihat langsung kunjungan dari orang nomor satu di Bali ini. Ia juga mengaku sangat senang sudah menikmati program bedah rumah. Ia menceritakan sebelumnya iIa tidur di sebuah gubuk yang reot dan sering mengalami sakit akibat hujan dan panas terik matahari yang menyengat. Ia berharap pemerintah akan melanjutkan program yang menyentuh langsung masyarakat tersebut. 
 
Selain kunjungan ke Nenek Pejet, Pastika juga mengunjungi nenek lanjut usia yaitu Ni Nengah Ranta (80) yang tinggal di sebuah gubug tua beralamat di Banjar Dinas Tanah Lengis, Desa Ababi-Abang. Nengah Ranta yang juga tengah menderita penyakit gondok, mendapat perhatian serius dari Pastika. 
 
Secara langsung orang nomor satu di Bali tersebut, berjanji akan segera memberikan Nenek Ranta bedah rumah sehingga nenek Ranta bisa berteduh dari hujan dan sengatan matahari. 
 
“Kita akan segera merealisasikan bedah rumah untuk dadong Ranta, secepatnya April-lah bisa kita realisasikan melalui dana dari CSR agar beliau dapat tinggal dengan nyaman di rumah yang lebih aman dari pada yang sekarang”, ungkapnya.
 
Pastika juga mengunjungi bocah piatu yang mengalami cacat sejak umur 3 bulan bernama Kadek Agus (12) yang tinggal di Banjar Bau Kaler Desa Nawa Kerti Abang, bersama seorang kakaknya Kadek Juni (15) dan ayahnya Wayan Bingin. Pada kesempatan itu, Pastika menaruh perhatian serius pada Kadek Juni yang saat ini duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 3 yang sebentar lagi akan melanjutkan kejenjang SMA. 
 
Akibat terbentur biaya, di mana ayah dari Kadek Juni adalah seorang petani yang tidak memiliki penghasilan tetap sehingga kadek Juni terancam putus sekolah. Melihat hal itu, Pastika secara langsung menawarkan Kadek Juni agar mau bersekolah di SMA/SMK Bali Mandara sehingga pendidikan Kadek Juni tidak putus sampai SMP saja. 
 
“Saya harap Kadek Juni memiliki tekad yang kuat untuk melanjutnya  sekolah, jika ia berniat maka nanti akan ada tim untuk melakukan home visit dan tentunya melakukan beberapa tes tulis sebagai prosedur penerimaan siswa/i di sekolah tersebut”, ujarnya. 
 
Kunjungan Gubernur diakhiri di rumah Nengah Gemuh (90) beralamat di lingkungan Tampuagan, Karanagsem, seorang janda yang tinggal sendirian karena sudah ditinggal oleh suaminya beberapa tahun silam. Dalam kunjungan tersebut Pastika secara langsung menyerahkan bantuan berupa Beras dan Uang Tunai agar para warga ini dapat merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan sederhana dan suka cita. 
 
Dalam  kunjungan itu, Pastika beserta rombongan yang juga menggandeng komunitas sosial yaitu Atas Nama Orang Miskin “ANOM” yang ikut berpartisipasi dalam ikut mengentaskan angka kemiskinan di Bali.  
 
Selain mengunjungi secara langsung, karena keterbatasan waktu, Pastika juga mengutus beberapa staf untuk membawa bantuan ke beberapa desa lain seperti, Ni Ketut Bunter (70) beralamat di Banjar Sekar Gunung, Desa Bukit, Ni Wayan Nuratha (86) Banjar Dauh Pangkung, Desa Seraya Barat, Ni Wayan Sibetan (100) beralamat di Banjar Bungkulan Desa Seraya Barat, Nengah Manta warga Dusun Galih Desa Jungutan Bebandem, serta Ni Wayan Bangkig, warga Dusun Banyulali Desa Ban Kubu. [rls/wrt]


Rabu, 05 April 2017 | 11:44 WITA


TAGS: warga miskin karangasem ngelawar penampahan galungan bali berita bali




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: