Wisata

Lihat Semua

Wisata Edukasi: 12 Pelajar Australia Belajar Batik Tulis di Galuh, Batubulan

Ketertarikan wisatawan mancanegara akan batik membuat mereka datang untuk mengetahui dan mempelajarinya. Seperti terlihat di kunjungan 12 pelajar Australia ke Galuh Batik, Tenun dan Oleh-Oleh di Batubulan, Gianyar pada Senin (14/10/2019).

Opini

Lihat Semua

Saput Poleng Pada Pohon, Bentuk Komitmen Masyarakat Bali Dalam Melestarikan Lingkungan

Saput poleng atau kain bermotif kotak dan berwarna hitam-putih di Bali mungkin sudah sangat umum dan mudah ditemui. Selain digunakan sebagai wastra (kain yang dililitkan di pelinggih), saput poleng yang bermakna rwabhineda (dua sifat yang bertolak belakang) juga umum dililitkan pada pohon. Namun saput poleng yang dililitkan pada pohon selama ini cenderung dikaitkan dengan kekuatan magis. Apalagi jika kemudian pohon yang dililit dengan saput poleng berada di daerah yang dikenal dengan istilah tenget atau angker. Padahal jika ditinjau dari sisi ilmiah maka saput poleng yang dililitkan pada pohon merupakan bentuk implementasi dari konsep Tri Hita Karana. Sebuah konsep untuk menuju kehidupan yang harmonis melalui upaya menjaga hubungan manusia dengan tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam.

Seksologi

Lihat Semua

Meremas Payudara Bisa Bikin Besar?

Dok, apa benar laki-laki suka dengan payudara perempuan yang besar? Terus apa benar remasan laki-laki bisa memperbesar payudara dan juga kalau payudara kendor itu artinya sudah pernah ML? (Gek Yanti, 19 th)

Beritabali.TV

Lihat Semua

Tradisi "Neruna" Di Desa Adat Geriana Kangin, Desa Duda Utara, Selat, Karangasem

Tradisi "Neruna" di Desa Adat Geriana Kangin, Desa Duda Utara, Selat, Karangasem Tradisi Ini dilakukan setiap tahun sekali pada saat aci usaba goreng tepat dihari Perejangan Sidumun (Perejangan pertama) yang jatuh pada hari ini Rabu (09/10/2019). Adapun yang bisa mengikuti tradisi "Neruna" ini adalah para Truna (sorpa) di Desa Adat Geriana Kangin. Dalam prosesnya, Sejumlah pemuda akan mundut sanjata nawa sanga mengelilingi desa adat diiringi dengan gambelan bale ganjur.  Selain itu, beberapa diantaranya membawa keranjang masuk ke rumah rumah warga untuk mengambil jajannan yang telah disiapkan. Setelah jajan ini terkumpul kemudian dibawa ke Pura Puseh untuk dibagi kembali kepada seluruh Sorpa yang mengikuti tradisi "Neruna" ini.

BERITA TERKINI