Desa

Hasil Kolaborasi Stakeholders Melalui Program Terintegrasi

Geliat Manistutu Menuju Desa Wisata Unggulan

 Rabu, 10 April 2024, 11:49 WITA

beritabali/ist/Geliat Manistutu Menuju Desa Wisata Unggulan.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Jembrana. 

Desa Manistutu yang terletak di Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana Bali, belakangan ini semakin banyak dilirik sebagai desa wisata yang menarik. 

Bagi Anda yang ingin melepaskan kepenatan dari rutinitas, kesibukan, kebisingan dan kemacetan kota, ada baiknya sesekali waktu refresing ke Desa Manistutu menikmati suasana alam pedesaan yang indah dan kawasan hutan lestari nan alami.   

Hasil pengamatan redaksi media ini yang turut serta dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat  Prodi Doktor Ilmu Komunikasi Hindu UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar,  Jumat-Minggu (5-7/4/2024), jalan menuju desa ini relatif sepi. 

Hanya tampak satu dua kendaraan lewat dalam 10 menit. Anda akan menikmati suasana desa yang tenang, asri menghijau  dengan jalan yang lurus. Jika Anda menelusuri jalan terus naik ke arah hutan, Anda akan menikmati pemandangan yang menawan. Di kiri-kanan jalan tertata cukup rapi. 

Tampak rumah-rumah penduduk dengan pekarangan yang sangat luas beserta kebun dan tegalannya. Beberapa rumah tampak baru dan sejumlah rumah tampak sudah berumur.  Desa Manistutu berbatasan dengan hutan Negara di sebelah Utara, dengan  Desa Berambang dan Desa Tukadaya di sebelah Timur dan Barat, dan dengan Desa Kaliakah di sebelah Selatan.  

Menurut  I Made Abdi Negara, tokoh masyarakat yang juga Pendiri Kelompok Masyarakat Integrator (PROKERTI), Desa Manistutu menyimpan potensi wisata yang sangat unik. Di samping potensi budaya dan aktivitas masyarakat, alamnya asri dan eksotis  karena berbatasan dengan hutan Negara.  

Abdi Negara yang juga Pengelola UMKM Umah Manis Desa Manistutu, memaparkan hal ini pada saat kegiatan diskusi terintegrasi antara Akademisi Prodi Ilmu Komunikasi Hindu UHN Sugriwa dengan tokoh-tokoh penggerak Desa Manistutu. Diskusi yang didahului makan malam bersama, diselenggarakan di tengah hutan di areal obyek wisata MANTU CAGER (Manistutu Camping Ground) tersebut, juga menghadirkan I Wayan Dalem Arykalki, seorang peneliti arkeologi kawakan. 

Pembahasan pun menjadi berkelas, dengan bobot ilmiah yang sesuai dengan level doktoral. Suasana diskusinya berlangsung hidup  berkat kepiawaian  moderator  I Ketut Mardika Diana, S.Pd, M.Pd, yang sesekali berbalas pantun dengan mahasiswa. Sang Moderator merupakan salah satu Local Hero di Manistutu yang mengelola Umah Melajah (Pilar Pendidikan) yang sehari-hari sebagai Pengawas Sekolah Dasar di Kecamatan Jembrana. 


Halaman :


Berita Beritabali.com di WhatsApp Anda
Ikuti kami




Tonton Juga :





Hasil Polling Calon Bupati Jembrana 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending