Hukrim

10 Oknum Polisi di Klungkung Diduga Aniaya Terancam Dipecat dan Dipenjara

 Selasa, 09 Juli 2024, 18:34 WITA

beritabali/ist/10 Oknum Polisi di Klungkung Diduga Aniaya Terancam Dipecat dan Dipenjara.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 

Kasus 10 oknum Reserse Mobil (Resmob) Polres Klungkung yang diduga menyekap dan menganiaya warga bernama Wayan Suparta (47) masih ditangani penyidik Bidang Propam (Bidpropam) dan Ditreskrimum Polda Bali. Diduga kuat, para terlapor terlibat dalam pelanggaran kode etik profesi kepolisian. 

Kabid Humas Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan menerangkan, pada intinya kasus ini bermuara dari pengungkapan yang dilakukan jajaran Polres Klungkung terkait kasus penggelapan mobil. Di mana, Tim Resmob berhasil mengungkap 30 kendaraan bermotor diduga penggelapan dari jaringan curanmor. 

"Dari pengungkapan itu terbukti ada beberapa STNK palsu, kebetulan salah satu dari beberapa yang menjadi target sasarannya adalah IWS (pelapor), karena ditemukan ada lima kendaraan bermotor (mobil) di rumah yang bersangkutan. Saat melakukan pendalaman, teman-teman dari Klungkung mungkin ya tadi salah prosedural," ujarnya saat ditemui di Polda Bali, pada Selasa 9 July 2024. 

Terhadap 10 oknum Polisi tersebut, kata Kombes Jansen masih dalam proses. Bahkan mereka sudah diperiksa di Bidpropam Polda Bali. Tak hanya itu, proses pemeriksaan juga berlangsung di Ditreskrimum Polda Bali terkait dugaan indikasi penganiayaan seperti yang dilaporkan oleh pelapor Suparta. 

"Sedang berproses juga, sudah menjalani pemeriksaan di Propam Polda Bali dengan Ditreskrimum juga karena ada laporan polisinya, sedang berproses terkait dugaan indikasi penganiayaan yang dilakukan," ungkapnya. 

Ditanya, apakah lima mobil itu milik pelapor IWS ? Kombes Jansen mengatakan dari keterangan pelapor ke 5 mobil tersebut bukan miliknya tapi mobil titipan temannya bernama Togel. 

"Kami dalami juga keterangan Togel, pengakuannya kan kendaraanya dititip di sana, nah itu termasuk yang sedang didalami juga. Sementara ini sudah ada 3 tersangka yang sudah proses sidik terkait dugaan pemalsuan, penggelapan dan indikasi curanmor, tiga tersangka termasuk satu yang DPO," ucapnya. 


Halaman :


Berita Beritabali.com di WhatsApp Anda
Ikuti kami




Tonton Juga :





Hasil Polling Calon Walikota Denpasar 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending