Hukrim

10 Oknum Polisi di Klungkung Diduga Lakukan Penyekapan dan Penganiayaan

 Jumat, 05 Juli 2024, 22:29 WITA

beritabali/ist/10 Oknum Polisi di Klungkung Diduga Lakukan Penyekapan dan Penganiayaan.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 

Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang diduga dilakukan 10 oknum polisi di Polres Klungkung terhadap seorang warga bernama I Wayan Suparta, 47, pada 28 Mei 2024 masih dalam penyelidikan Bidpropam Polda Bali. Hanya saja, korban menduga proses hukum terhadap ke 10 oknum tersebut berjalan timpang. 

Korban akhirnya meminta pendampingan kepada YLBHI-LBH (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia) Bali, serta KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) yang menjadi bagian dari Koalisi Masyarakat Sipil Anti Penyiksaan. 

Hal ini disampaikan korban dan istrinya didampingi Direktur LBH Bali Rezky Pratiwi saat menggelar konferensi pers pada Jumat 5 Juli 2024. 

Isri korban bernama Airin menuturkan kejadian ini bermula ketika ada 10 orang mengaku dari Polres Klungkung datang ke rumah korban di Jalan Waribang, Denpasar, pada 26 Mei 2024. Para oknum itu mencari suaminya, Wayan Suparta. Namun, suaminya tidak ada di rumah.

"Mereka menanyakan di mana rumah Pak Nyoman, bukan atas nama suami saya, saya jawab di sini namanya Pak Wayan," ujar Airin. 

Sang istri menanyakan maksud dan tujuan kedatangan polisi yang berpakaian preman itu. Tapi para polisi itu meminta agar istri korban tidak banyak bertanya dan mendesak agar Suparta segera pulang. 

"Para polisi ini juga tak menunjukan surat tugas," bebernya. 

Sekitar pukul 20.00 WITA, suaminya pun pulang. Mereka langsung menyergapnya tanpa memperlihatkan surat penangkapan. Suparta dibawa ke sebuah pos di depan rumahnya dan diinterogasi terkait keberadaan sebuah unit mobil Pajero. Polisi meminta pria itu mengakui keterlibatan dalam menggelapkan mobil tersebut. 

Tapi korban mengaku tidak tahu apa apa. Sang istri Airin dan anaknya menyaksikan sang suami dibawa pergi dengan menggunakan mobil. 

Dikatakanya, suaminya Suparta menjelaskan bahwa pada awalnya dia mengenal seseorang bernama Mang Togel. Lalu korban menjadi perantara perkenalan antara Togel dengan orang bernama Dewa Krisna. 


Halaman :


Berita Beritabali.com di WhatsApp Anda
Ikuti kami




Tonton Juga :





Hasil Polling Calon Walikota Denpasar 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending