Misteri

Hari Arwah, Tradisi Katolik Mengenang Mereka Yang Telah Tiada

 Kamis, 03 November 2022, 02:21 WITA

beritabali.com/cnnindonesia.com/Hari Arwah, Tradisi Katolik Mengenang Mereka Yang Telah Tiada

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Nasional. 

Dalam tradisi Katolik, 2 November diperingati sebagai Hari Arwah atau Peringatan Arwah Orang Beriman. Di momen ini, umat secara khusus mengenang dan mendoakan para saudara-saudari yang telah berpulang.

Tradisi untuk mendoakan arwah sudah ada sejak masa awal agama Kristen. Tengok saja dalam 2 Makabe 12: 41-42, kemudian dalam kitab Perjanjian Baru, tercatat Santo Paulus mendoakan kawannya, Onesiforus, yang telah meninggal dunia.

Hal ini menunjukkan umat Kristen pertama percaya bahwa doa-doa akan membawa dampak positif terhadap jiwa-jiwa yang telah wafat. Seperti dilansir dari laman Katolisitas, ada ajaran tentang Api Penyucian. Api Penyucian diyakini sebagai wahana pemurnian umat beriman usai kematian.

Rasul Paulus berkata bahwa umat diselamatkan 'tetapi seolah melalui api' (1 Kor. 3:15). Doa buat mereka yang sudah tiada juga dimaksudkan untuk memohon kerahiman Tuhan agar mengampuni doa jiwa-jiwa di Api Penyucian.

Kenapa Peringatan Arwah Semua Orang Beriman jatuh pada 2 November?

Hari Arwah dirayakan tepat setelah Hari Raya Orang Kudus pada 1 November. Setelah mendoakan para kudus, doa lalu ditujukan pada mereka yang telah meninggal dunia.

Dulu, nama-nama jemaah yang wafat dituliskan pada plakat diptych. Pada abad ke-6, komunitas Benediktin memperingati jiwa yang telah meninggal pada perayaan Pentakosta (perayaan turunnya Roh Kudus atas para rasul).

Hari Arwah memang peringatan yang bersifat universal, di mana rahib Odilo dari Cluny menetapkan perayaan tahunan ordo Benediktin tiap 2 November. Kini, Gereja Katolik juga merayakan Hari Arwah setiap 2 November. Begitu pula gereja Anglikan dan sebagian gereja Lutheran.

Tidak ada alasan khusus terkait pemilihan November sebagai Hari Arwah. Namun jika Anda memperhatikan kalender liturgi, November adalah akhir tahun liturgi sebelum masuk masa Adven (waktu jelang perayaan Natal).


Halaman :


Berita Beritabali.com di WhatsApp Anda
Ikuti kami




Tonton Juga :





Trending