News

Petani Kopi Batukaang Kintamani Diajak Manfaatkan Kulit Kopi Jadi Pupuk

 Rabu, 24 Mei 2023, 20:28 WITA

beritabali/ist/Petani Kopi Batukaang Kintamani Diajak Manfaatkan Kulit Kopi Jadi Pupuk.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Bangli. 

Petani Kopi di Desa Batukaang, Kintamani, Bangli diminta memanfaatkan dan mengolah kulit kopi yang dihasilkan menjadi pupuk organik. 

Mengingat selama ini pengolahan buah kopi menghasilkan limbah kulit kopi yang berlimpah, yaitu jumlahnya mencapai sekitar 50%. Berdasarkan potensi limbah yang berlimpah dan masih tingginya kandungan nutrisi limbah kulit kopi maka limbah ini berpeluang sebagai bahan baku utama pembuatan pupuk organic dan memberi nilai tambah ekonomi bagi petani kopi di desa Batukaang Kintamani Bangli.

“Kulit kopi yang dihasilkan dari proses pengolahan kopi merupakan limbah yang dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan pupuk organik. Pemanfaatan kulit kopi sebagai pupuk organik dapat meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani sekaligus mengurangi bau dari tumpukan limbah kulit kopi yang dapat mencemari lingkungan,” kata Akademisi Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa, Dr. Ir. Yohanes Parlindungan Situmeang, M.Si di sela-sela pelatihan pengomposan kulit kopi di Kintamani pada Selasa (23/5). 

Yohanes yang juga merupakan Ketua Tim Program Kemitraan Masyrakat menyatakan kulit buah kopi memiliki kandungan nitrogen sebesar 1,27%, fosfor 0,06% dan kalium 2,46%. Limbah kulit kopi, baik yang dihasilkan dari olah basah maupun olah kering memiliki kandungan nutrisi cukup tinggi.

Menurutnya kulit kopi kering mengandung 58-85% karbohidrat, 8-11% protein, 0,5-3% lemak, dan 3-7% mineral (8). Kulit kopi mengandung karbohidrat termasuk gula yang dapat difermentasi, polifenol seperti tanin, lipid, dan berbagai mikroorganisme termasuk jamur tumbuh di atas limbah kulit kopi meskipun ada senyawa antimikroba. 

Pupuk kompos bila diaplikasikan ke tanah dapat memperbaiki kegemburan tanah, meretensi hara dan air, meningkatkan kehidupan mikroba dalam tanah, memperbaiki kesuburan tanah, dan produksi pertanian.


Halaman :


Berita Beritabali.com di WhatsApp Anda
Ikuti kami




Tonton Juga :





Hasil Polling Calon Bupati Bangli 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending