Saat Cekcok, Sempat Ancam Bunuh Istri dan Anak
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Motif Nengah Budina (36) membantai anaknya Putu Agus Darmaputra (7) hingga tewas, menuai titik terang. Dari informasi yang dihimpun, Nengah Budiana yang hingga kini masih sekarat di rawat di RSUP Sanglah, sebelumnya sempat mengancam akan membunuh anak dan istrinya.
Rumor yang beredar, pembantaian di siang bolong itu dipicu rasa kekesalan dan tertekan, lantaran istrinya Ni Nengah Sukiyani (34) minta cerai. Budiana yang memiliki tempramen keras ini tidak terima.
Sepanjang mereka mengarungi bahtera rumah tangga, mereka sering cekcok.
Seminggu sebelum istrinya minggat, mereka terlibat cekcok. Gara-gara, pelaku berniat menjual tanah sawah warisan ayahnya, Nyoman Retya. Akan tetapi, cekcok berkelanjutan, karena sang istri, tidak mengijinkan.
Suaminya sering mukul, jelas sumber. Ada dugaan, tak tahan melihat sifat sang suami, Sukiyani minggat ke rumah orang tuanya di Jalan Buana Kubu, Padangsambian. Budiana sempat mengancam, bila istrinya tidak kembali ke rumah, dia akan membunuh anaknya dan istrinya.
Dua hari sebelum peristiwa tragis itu terjadi, Budiana sempat minta bantuan kepada keluarga dan sepupunya Nengah Maris, untuk menengahi permasalahan dengan istrinya. Nengah Maris diminta untuk menjemput istriya di rumah orang tuanya. Meski upaya sudah dilakukan, namun Budiana tetap berulah. Justru, masyarakat di Banjar Canggu tempat tinggal Budiana, mengucilkannya.
Kepada sejumlah wartawan, Nengah Sukiyani (30) mengaku sudah menikah selama selama tujuh tahun. Dari pernikahan mereka dikaruniai satu orang anak yakni Putu Agus. Semenjak Putu berusia satu tahun, pelaku sering menganiaya korban. Dalam kesehariannya, Sukiani membuka warung kelontong dan jual bensin dirumahnya.
Dia terakhir bertemu dengan anaknya saat hari raya Sarawati. Sukiyani sempat membawa Putu ke Padangsambian, Denpasar. Tapi, pelaku yang mengetahui hal itu marah dan menjemput Putu Agus dengan paksa. Kala itu, dia berpesan kepada anaknya untuk rajin belajar. “Kalau udah dijemput bapak, Putu harus rajin belajar ya, kenangnya dengan mata berkaca-kaca meratapi nasib anaknya yang tewas ditangan bapaknya sendiri.
Tewasnya Putu Agus, anak semata wayang Sukiyani, membuat Sukiyani dendam. Bahkan, dia tidak mau menjenguk suaminya yang kini sekarat di RSUP Sanglah.Saya sudah tidak peduli lagi dengan keadaannya. Mau dia mati atau bagaimana itu bukan urusan saya lagi!, katanya dengan nada tinggi.
Reporter: bbn/ctg