Opini

Jelang Pemilukada, Mari Cerdas Maknai Konten Politik

 Jumat, 29 Maret 2024, 11:34 WITA

beritabali/ist/Jelang Pemilukada, Mari Cerdas Maknai Konten Politik.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pesan-pesan politik sendiri adalah pesan yang berbasis pada isu politik, masyarakat, negara dan bangsa. Pesan politik selama kampanye ini adalah program apa yang hendak dilaksanakan selama nanti aktor-aktor politik ini menjabat nanti. Namun yang kemudian tersampaikan bukan pesan-pesan politik tapi dramatisasi, hiburan-hiburan politik atau dikenal dengan politainment yang jauh dari makna sesungguhnya dari proses komunikasi politik. Kekhawatiran yang muncul adalah kekhawatiran bergesernya makna dari pesan-pesan program pasangan calon tetapi menjadi hiburan semata layaknya konten yang mendominasi media sosial. 
    
Perlu dipahami, walau telah ada penetapan pemenang pemilu, pesta demokrasi di Indonesia belum juga usai. Bali sendiri akan melakukan pesta demokrasi lokalnya di Bulan November. Bercermin dari pemilu 14 Februari 2024, maka bisa dipastikan pemilukada di berbagai daerah pada bulan November nanti (1) riuhnya pesta demokrasi akan dibanjiri beragam konten-konten kreatif (2) Medan kampanye akan terfokus di media-media digital dan media sosial (3) Pesan kampanye akan terkalahkan oleh gimmick-gimmmick yang lebih disukai oleh pemilih pemula.

Ya pemilukada akan lebih meriah, namun kemeriahan ini akan juga membawa bentuk-bentuk negatif dari kampanye di media sosial dan media digital seperti pada pemilu 14 Februari 2024. Terbitnya akun-akun yang disinyalir hadir hanya untuk mendukung satu pasangan calon yang dengan massif menyebarkan konten-konten akan tetap ada. Ironisnya, mereka disinyalir akan berhasil menghadirkan konten yang menggugah perasaan dan rasa iba dan simpati kepada para pasangan calon.

Maka apa yang perlu diperhatikan dan disadari para pemilih adalah kita sebagai netizen sepatutnya memiliki daya kritis untuk cerdas saat berhadapan dengan terpaan-terpaan konten di media sosial. Jangan sampai kita menjadi juru kampanye tanpa kita sadari dengan turut menyebarkan atau memberikan reaksi terhadap konten-konten tersebut. 

Maka dengan menyadari hal tersebut dapat terbiasa menjadi netizen yang cerdas dan mampu berpikir kritis mengenai informasi yang diterima. Netizen berhadapan dengan semakin kreatifnya konten-konten politik maka netizen juga diharapkan semakin cerdas memaknai konten-konten politik agar demokrasi menjadi lebih baik dan nyaman untuk semua.  Selamat memaknai dengan cerdas konten-konten politikmu.

Penulis : bbn/opn

Editor : Robby


Halaman :


Berita Beritabali.com di WhatsApp Anda
Ikuti kami




Tonton Juga :





Hasil Polling Calon Walikota Denpasar 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending