badung

Wujudkan Jimbaran Sebagai Kawasan Wisata Inklusif

Selasa, 25 November 2014 | 10:12 WITA

Wujudkan Jimbaran Sebagai Kawasan Wisata Inklusif

beritabalicom

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Jimbaran. Pengusaha muda Bali, Putu Agung Prianta, belakangan gencar menggagas aksi "Mari Berkebun" di kawasan Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali. Aksi yang melibatkan siswa sekolah dasar di Jimbaran ini rutin digelar secara berkala. Apa yang ingin dicapai Agung lewat aksi Mari Berkebun yang digagasnya ini?

Saat dijumpai di Jimbaran hari Minggu (22/11/2014), Agung tampak berbaur dengan ratusan siswa sekolah dasar, dari beberapa SD di Jimbaran. Pagi itu, Agung ikut serta berkebun, bersama ratusan anak-anak, guru, serta para tokoh Desa Jimbaran.

"Di Jimbaran ini banyak hotel-hotel. Lewat kegiatan ini, kita bisa mengoptimalkan lahan yang ada agar bisa lebih hijau. Tidak hanya dibangun hotel-hotel, kita juga harus lebih peduli pada penghijauan dan lingkungan. Jimbaran ini dikenal kering, tapi jika mau kita pasti bisa membuatnya hijau. Mimpi saya adalah Jimbaran ini bisa punya kebun sayur, tidak perlu datangkan lagi dari luar, bisa swasembada sayur. Itu mimpi saya suatu hari nanti untuk wilayah Jimbaran," ujarnya.

Kegiatan "Mari Berkebun" ini, merupakan langkah awal Agung untuk mewujudkan kawasan Jimbaran menjadi kawasan yang lebih baik. Ia tidak ingin Jimbaran di masa yang akan datang padat oleh hotel berbintang yang mewah dan terkesan ekslusif. 

"Saya ingin membuat Jimbaran menjadi  tujuan wisata yang lebih baik. Kita mau mendesign Jimbaran menjadi suatu tempat, dimana kita bisa live, work, and play, dan juga learn (hidup, bekerja, bermain, dan belajar). Jadi kegiatan mari berkebun ini merupakan kombinasi dari bermain dan kegiatan outdoor, dimana anak-anak sekolah dasar bisa belajar menanam dan berkebun,"ujarnya.

Pria yang mengeyam pendidikan tinggi di Inggris ini mempunyai mimpi, mewujudkan Jimbaran sebagai sebuah kawasan yang terintegrasi.

"Saya ingin mewujudkan Jimbaran yang terintegrasi, banyak terdapat ruang terbuka, tidak terlalu banyak bangunan, seimbang antara ruang  indoor dan outdoor. Dalam perjalanan saya mendesign kawasan wisata di Jimbaran ini, saya membandingkan beberapa destinasi wisata yang sudah ada di Bali, mulai Kuta, Legian, Seminyak, Nusa Dua, Sanur, hingga Ubud,"ujarnya.

Destinasi wisata yang ada di Bali, imbuh Agung, kemudian dianalisa 'SWOT' nya, dicari kekuatan dan kelemahannya. Diambil kekuatan yang ada dan dibuang kelemahannya. Kekuatan itu yang kemudian digabungkan untuk mendesain kawasan wisata Jimbaran yang lebih baik. 

"Kita ingin di Jimbaran proses live, work, play, dan learn itu ada di satu tempat. Saya menginginkan Jimbaran nanti menjadi kawasan wisata yang tidak ekslusif tapi inklusif. Untuk mewujudkan hal ini, sejak dini saya ajak-anak SD di Jimbaran untuk bergabung dalam kegiatan berkebun, mempersatukan semua komunitas di Jimbaran agar tidak eklusif. Saya juga mengajak hotel bintang 4 bintang 5 di Jimbaran, mengajak semua elemen untuk bersatu, untuk menciptakan Jimbaran sebagai nice new destination, new community village. Kita ingin Jimbaran menjadi  green, creative, dan tech community village. Ini bisa menjadi contoh untuk Bali dan Indonesia dalam skala yang lebih besar,"ujarnya. [bbn/psk]


Selasa, 25 November 2014 | 10:12 WITA


TAGS: jimbaran wisata



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: