denpasar

Mudarta : Tidur pun SBY Terpilih Jadi Ketum Demokrat

Jumat, 13 Maret 2015 | 00:00 WITA

Mudarta : Tidur pun SBY Terpilih Jadi Ketum Demokrat

beritabalicom

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Dengan berbagai pengalaman dan prestasinya sebagai presiden dan memimpin partai selama 10 tahun, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dinilai tepat untuk memimpin kembali partai berlambang mercy tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta kepada Beritabali.com di Denpasar, Senin 22 Desember 2014. 

"Pak SBY sangat sukses memimpin Partai Demokrat. Tidurpun Pak SBY akan terpilih jadi Ketua Umum Partai Demokrat," kata Mudarta.

SBY, sebut Mudarta, sebagai kader utama yang diharapkan para kader agar kembali memimpin Partai Demokrat.

"Di partai harus ada simbol, di Demokrat SBY lah simbolnya. Saya yakin 100 persen kader akan memilih SBY jadi Ketum," tegasnya.

Dipilihnya SBY menduduki kembali posisi puncak di Partai Demokrat, Mudarta mengaku seluruh kader didaerah berharap Partai Demokrat kembali berjaya pada 2019 mendatang.

"Jika bukan Pak SBY jadi Ketum maka Partai Demokrat akan mimpi buruk. Kami berterima kasih kepada Pak SBY, kami yang dulunya tidak jadi apa-apa dan bukan siapa-siapa bisa jadi dikenal dan jadi pejabat berkat Pak SBY," tandasnya.

SBY Manusia Setengah Dewa, Berpolitik Ala Krishna

Pengurus dan kader Demokrat Bali, menganggap Susilo Bambang Yudoyono (SBY) sebagai sosok manusia setengah dewa dan berpolitik ala Krishna. Pasalnya, hanya SBY yang mampu untuk menyelamatkan partai berlambang Bintang Mercy tersebut.

Menurut Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta, dengan tantangan partai ke depan yang cukup besar, maka hanya figur SBY yang bisa membawa partai lebih baik di masa mendatang. 

"Pak SBY penyelamat perahu yang hampir tenggelam, kalau tidak ada beliau mungkin Partai Demokrat tidak akan bisa selamat dan meraih hasil yang baik," ujar Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta di kantor DPD Partai Demokrat Denpasar, Senin 22 Desember 2014.

Bagi Mudarta, keberadaan SBY memimpin Partai Demokrat sudah terbukti memajukan dan mencerdaskan kader. 

"Sangat tidak berlebihan jika kami menyebut SBY adalah manusia setengah dewa. Kami yang sebelumnya tidak paham politik, namun kehadiran SBY mampu membuat kamu mengerti politik bahkan mencerdaskan para kader. Dari kami bukan siapa-siapa, kini bisa terkenal dan banyak jadi pejabat," ungkap Mudarta. 

Politisi asal Jembrana itu menuturkan bahwa selama kepemimpinan SBY, banyak hal yang menunjukkan keberhasilan. Baik dalam memimpin bangsa selama 10 tahun, maupun dalam mengurus partai yang lahir pasca reformasi tersebut. [dws/bbn]


Jumat, 13 Maret 2015 | 00:00 WITA


TAGS:



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: