Jadi Tujuan Wisata Dunia, Bali Mulai Terapkan Uang Elektronik

Sabtu, 25 April 2015 | 07:35 WITA

Jadi Tujuan Wisata Dunia, Bali Mulai Terapkan Uang Elektronik

bbn/net/ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Sebagai daerah tujuan wisata dunia, Bali diharapkan segera menerapkan transaksi belanja non-tunai dan pembayaran uang elektronik di setiap pusat perbelanjaan di wilayah Bali.
 
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Dewi Setyowati menyatakan sistem pembayaran menggunakan non-tunai seperti kartu kredit, debit dan uang elektronik, dinilai memberikan kemudahan yang lebih efektif dan efisien dari segi pencatatan transaksi dan meminimalkan penggunaan uang pecahan kecil.
 
"Bali harus segera menerapkan belanja non-tunai, karena sangat potensial sebagai daerah tujuan wisata dunia. Negara tetangga sudah lebih maju, kita jangan sampai ketinggalan lah," ujar Dewi di Denpasar, Jumat (24/4/2015).
 
Menurut Dewi, sistem pembayaran menggunakan non-tunai juga dianggap mampu menghindari peredaran uang palsu. Selain mengurangi penggunaan uang tunai, dengan gerakan transaksi non-tunai diharapkan akan mampu mendorong masyarakat maupun wisatawan terbiasa bertransaksi non tunai di Bali.
 
"Program ini sebagai salah satu edukasi kepada masyarakat untuk mencoba tren berbelanja dengan pembayaran non tunai," harapnya.
 
Untuk mendukung gerakan non tunai di Bali, Bank Indonesia Provinsi Bali meluncurkan transaksi non-tunai di salah satu pusat perbelanjaan tertua di kota Denpasar yakni di supermarket Tiara Dewata.
 
Pembayaran menggunakan non-tunai dan uang elektronik perdana ini didukung bank-bank pendukung non tunai seperti BNI, BCA, Mandiri, BRI dan BPD Bali. Untuk kali ini, program pembayaran dengan non-tunai itu hanya dilaksanakan pada waktu tertentu yakni khusus pada stan makanan di Tiara Dewata mulai 24-28 April 2015. Setelah Tiara Dewata, BI Bali akan membidik Supermarket Hardy's untuk menerapkan program sejenis.
 
"Kami rencananya akan mengembangkan kegiatan transaksi tanpa uang tunai itu di beberapa pusat perbelanjaan lainnya di wilayah Bali. Kami targetkan hingga akhir tahun, 30 persen pusat perbelanjaan di Bali sudah menggunakan transaksi non-tunai," ungkapnya.
 
‎‎Dewi mengakui selama ini transaksi non tunai menggunakan kartu yang diterbitkan pihak bank di Bali tergolong cukup tinggi. Ia memberi contoh pada 2014, jumlah kartu yang diterbitkan oleh Mandiri, BRI, dan BCA mencapai 111.000 kartu dengan total transaksi senilai Rp14,23 miliar.
 
Sementara itu, terkait gerakan non-tunai dan uang elektronik perdana ini, Manajer Operasional Tiara Dewata, Novi Setyo Utomo menyatakan pembayaran dengan uang elektronik, pihaknya baru melayani pada stan makanan.
 
"Khusus uang elektronik kami layani di stan makanan dulu. Kalau di supermarket sudah kami layani dengan kartu kredit dan debit. Kami berencana memberlakukan uang elektronik secara bertahap," tandasnya.[bbn/dws]


Sabtu, 25 April 2015 | 07:35 WITA


TAGS: uang elektronik



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: