OJK : Masyarakat Agar Waspadai Tawaran Investasi

Minggu, 24 Mei 2015 | 19:45 WITA

OJK : Masyarakat Agar Waspadai Tawaran Investasi

bbn/net/ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Karangasem. Investasi dengan imbal hasil yang menggiurkan, menjadi salah satu sorotan pihak kantor Otoritas Jasa Keungan (OJK) Propinsi Bali. Pasalnya kendati investasi yang memiliki resiko tinggi tersebut cenderung merugikan masyarakat, seperti Koperasi Karangasem Membangun (KKM), Balicon, FMS, namun masyarakat masih saja tergiur akan iming-iming imbal cukup tinggi yang ditawarkan beberapa oknum yang tak bertanggungjawab. 
 
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kantor OJK Bali, Zulmi di sela-sela acara workshop KOJK Bali dengan Media di Sengkidu, Karangasem (23/05/2015)
 
‎Menurut Zulmi, investasi yang menawarkan imbal dalam sebulan bisa sampai mendapatkan hasil 20 sampai 30 persen dari investasinya. Hal tersebut patut menjadi pertanyaan lebih lanjut, investasi apa yang bisa menghasilkan imbal sebesar itu.  Selain itu tawaran yang membujuk para guru, untuk berinvestasi kepada oknum tertentu yang mengaku bertindak sebagai agen. Untuk menginvestasikan dana para guru tersebut di pasar modal, juga harus menjadi perhatian. 
 
"Kita mengimbau agar masyarakat senantiasa wasapada, akan adanya tawaran investasi dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Kalau ada orang yang menawari investasi dengan tingkat imbal hasil yang tinggi, itu perlu diwaspadai,"ujarnya.
 
Ciri-ciri dari investasi tak bertanggungjawab diterangkan Zulmi. Biasanya tahap awalnya mereka berusaha mendekati orang-orang yang punya pengaruh untuk berinvestasi. Sehingga ketika mereka memberikan janji imbal yang cukup besar kepada orang yang berpengaruh tersebut. Maka masyarakat akan tergiur dan memutuskan untuk mengikuti investasi itu dengan harapan seperti hasil yang didapatakan orang berpengaruh tersebut. Padahal hal itu bisa saja merupakan pancingan awal. 
 
"Investasi penawaran yang tinggi inilah yang membuat kita terkilau dan tidak melihat lebih lanjut, apakah itu ada resiko yang cukup tinggi yang ditimbulkan investasi tersebut. Sehingga nantinya kita bisa menjadi korban penipuan dari oknum yang tidak bertanggungjawab. Padahal ini perlu menjadi pertanyaan lebih jauh akan imbal yang diberikan,"paparnya.‎
 
‎Untuk itu masyarakat diharapkan agar lebih waspada dan berhati-hati akan menanamkan suatu investasi. Apalagi dari informasi yang didengar pihaknya dari masyarakat, disinyalir masih ada beberapa oknum yang menawarkan investasi tersebut di beberapa lokasi wilayah di Bali.‎ Namun sayang dirinya tidak menyebutkan satupun wilayah ataupun pihak yang disinyalir tersebut. [bbn/eja]


Minggu, 24 Mei 2015 | 19:45 WITA


TAGS: investasi



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: