Penemuan Tulang Belulang Manusia Gegerkan Warga Jembrana

Senin, 08 Juni 2015 | 08:25 WITA

Penemuan Tulang Belulang Manusia Gegerkan Warga Jembrana

bbn/ggl/ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Jembrana. Penemuan tulang belulang manusia membuat warga Banjar Serong, Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali heboh.
 
Tulang belulang manusia tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama I Wayan Adi Suka Arnawa (46), warga Banjar Serong, Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Jembrana. Tulang belulang manusia tersebut di tengah hutan Banjar Adat Sari, Dusun Serong, Desa Gumbrih, tepatnya di bawah tebing dekat dengan sungai.
 
Temuan yang menggemparkan warga pada Minggu (7/6/2015) siang tersebut, kemudian dilaporkan kepada pengurus banjar adat. setempat, sebelum akhirnya diteruskan ke Polsek Pekutatan. Petugas kepolisian yang menerima laporan penemuan tulang belulang manusia tersebut akhirnya langsung ke lokasi bersama sejumlah warga untuk melakukan olah TKP.
 
Berdasarkan hasil olah TKP, polisi mengetahui tulang belulang manusia tersebut masih lengkap dan posisnya menyatu. Didekat tulang belulang itu, polisi juga menemukan baju berwarna hijau, kain selendang merah, sert kain kemben berwarna coklat.
 
Identitas Tulang Belulang 
 
Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra, menyatakan setelah olah TKP dan meminta keterangan sejumlah warga, diketahui identitas tulang belulang yang menggemparkan warga itu ternyata adalah warga Gumbrih yang hilang sejak dua bulan lalu.
 
"Identitas tulang belulang itu diketahui, setelah pihak keluarga mengenali ciri-ciri serta pakaian dan kemben yang ditemukan dekat kerangka," ujar Sudarma Putra, Minggu (7/6/2015) petang.
 
Sudarma Putra mengungkapkan bahwa tulang belulang yang ditemukan warga tersebut diketahui bernama Ni Wayan Sendri (78), seorang warga Dusun Serong, Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Bali yang sebelumnya hilang dua bulan lalu dari rumahnya.
 
Sementara, Ketut Suardika, anak korban yang datang ke lokasi penemuan setelah mendengar kabar penemuan tulang belulang meyakini itu kerangka manusia ibunya yang hilang dua bulan lalu.
 
Keyakinan Ketut Suardika semakin kuat, setelah ia melihat langsung baju warna hijau dan kain kemben warna coklat serta selendang warna merah yang ditemukan dekat kerangka adalah pakaian saat ibunya menghilang.
 
"Saya yakin kerangka yang ditemukan itu adalah ibu saya. Saya ingat betul, baju dan kain serta selendang yang ditemukan dekat kerangka itu milik ibu saya yang dipakai saat menghilang dua bulan lalu," ungkap Ketut Suardika dengan raut wajah sedih.
 
Ketut Suardika yang meyakini jasat yang tinggal tulang belulang itu adalah ibu kandungnya, akhirnya pihak keluarga mengevakuasi kerangka tersebut ke rumah duka untuk dilaksanakan prosesi upacara sesuai adat istiadat setempat. [bbn/dws]


Senin, 08 Juni 2015 | 08:25 WITA


TAGS: tulang manusia



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: