Wagub : Konflik di GWK Ganggu Citra Pariwisata Bali

Kamis, 11 Juni 2015 | 21:40 WITA

Wagub : Konflik di GWK Ganggu Citra Pariwisata Bali

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Konflik antara PT Alam Sutera Realty (ASR) selaku Pengelola Garuda Wisnu Kencana (GWK), dengan ratusan pemilik toko yang tergabung dalam Perhimpunan Pemilik Toko Plaza Amata (PTPA), membuat Pemerintah Provinsi Bali turun tangan.
 
Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta berjanji akan segera turun tangan untuk memediasi semua pihak yang terlibat. Pasalnya, konflik yang berkepanjangan dan semakin memanas itu sangat mengganggu citra sektor pariwisata.
 
"Saya sangat prihatin dengan gejolak yang terjadi di GWK, karena sudah mengganggu aktivitas pariwisata di daerah itu. Kita akan mengajak semua pihak yang bermasalah untuk duduk bersama, sehingga persoalan itu bisa selesai," ucap Sudikerta, Kamis (11/6/2015).‬
 
‪Mantan Wakil Bupati Badung dua periode ini bahkan mengaku langsung memerintahkan Kadis Pariwisata Provinsi Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra, untuk memanggil semua pihak yang menyebabkan terjadi kegaduhan, yang berujung dengan penutupan akses masuk di kawasan pertokoan di GWK.
 
"Setelah tadi pagi membaca berita ribut-ribut soal GWK, saya langsung meminta Kadis Pariwisata untuk memfasilitasi untuk memulihkan kondisi GWK saat ini. Kadis saya minta memanggil pihak GWK baik manajemen dan owner maupun pihak yang diajak bersengketa untuk memfasilitasi persoalan ini. Jika ribut-ribut terus maka tamu bisa lari dari Bali," ungkapnya.‬
 
Ia mengaku tidak habis pikir objek wisata yang terkenal hingga ke mancanegara itu terus bergejolak akibat persoalan akses jalan masuk kawasan GWK. Menurutnya, kekisruhan ini bisa mengganggu aktivitas pariwisata yang berimbas dengan banyaknya tenaga kerja yang dirugikan karena tidak lagi bisa bekerja di kawasan obyek wisata tersebut.
 
‪Kisruh penutupan akses masuk yang menyulut keberatan dari pihak pemilik toko di sekitar kawasan GWK harus menjadi perhatian bersama. Bagi Sudikerta, sengketa ini harus segera dicarikan solusi dan jalan keluar yang terbaik dan bisa diterima oleh semua pihak.
 
"Mari kita selesaikan dengan duduk bersama dengan pikiran jernih untuk mencari solusi terbaik, agar bisa diterima semua pihak. Saya pasti akan mediasi permasalah ini, karena itu sudah saya perintahkan Kadis Pariwisata mengecek persoalan ini," janjinya.‬
 
‪Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Sudikerta juga meminta pihak yang bertikai untuk terbuka dan duduk bersama memecahkan persoalan itu. Kengototan manajemen dan pengelola GWK dengan menutup akses masuk yang berimbas terhadap kenyamanan para turis yang berkunjung ke GWK ini, sambungnya, tidak hanya berdampak buruk bagi nama besar GWK, namun citra pariwisata Bali juga ikut ternodai.
 
"Saya minta Kadis Pariwisata untuk segera melaporkan apa yang menjadi penyebab kekisruhan ini, dengan meminta keterangan dari semua pihak, baik manajemen, owner dan pemilik toko yang ditutup aksesnya untuk dicarikan solusinya," pungkasnya.[dws/bbn]


Kamis, 11 Juni 2015 | 21:40 WITA


TAGS: konflik gwk



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: