Wisatawan Asing Suarakan Keprihatinan Kebakaran Hutan Lewat Body Painting

Rabu, 14 Oktober 2015 | 08:15 WITA

Wisatawan Asing Suarakan Keprihatinan Kebakaran Hutan Lewat Body Painting

bbcom/dewa sabar

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Nusa Dua. Sejumlah wisatawan asing rela menjadi model 'Body Painting' atau lukis tubuh untuk menyuarakan keprihatinan akan kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan.
 
Direktur Operasional PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Indonesia Tourism Development Corporate/ITDC) Nyoman Cakra menyatakan kehadiran model lukis tubuh wisatawan asing diharapkan aktualisasi tema keprihatinan akan kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan itu bisa disuarakan ke mancanegara, apalagi Bali merupakan ikon pariwisata internasional.‎
 
"Wisatawan asing rela menjadi model 'Body Painting' atau lukis tubuh untuk menyuarakan kebakaran hutan yang menimbulkan gangguan bagi kesehatan masyarakat‎ sekitar dan negara tetangga," ucapnya Nusa Dua Fiesta (NDF) 2015" di kawasan Pulau Peninsula, Nusa Dua, Bali, Selasa (13/10/2015).
 
Meski begitu, Nyoman Cakra, mengharapkan agar Indonesia tidak boleh terpuruk, sehingga melalui kegiatan ini bisa menjadi wahana promosi pariwisata Indonesia untuk tetap bangkit.
 
"Pada dasarnya kami ingin menginspirasi masyarakat‎ agar tetap semangat, promosi melalui NDF ini penting untuk menggeliatkan pariwisata," ungkapnya.
‎Dalam lukis tubuh yang mengkristisi masalah lingkungan ini, tidak hanya perupa saja yang ikut dalam kompetisi, ada juga perupa sehari-harinya berprofesi dokter spesialis yang memiliki talenta melukis. Serta seorang wisatawan wanita juga ikut terlibat di dalam melukis di media tubuh tersebut.
 
Para seniman lukis berupaya menyajikan torehan cat warna pada tubuh model yang dijadikan kanvas dalam kompetisi "Body Painting" tersebut. Bahkan nampak para seniman lukis sedikit kesulitan untuk melakukan komunikasi ketika akan menorehkan cat warna pada model itu, sebab dalam melukis harus mengikuti tema kegiatan tersebut, sehingga lukisan di tubuh itu menjadi sebuah tantangan masing-masing pelukis.
 
"Memang tantangannya adalah menaklukan tema dalam tubuh model. Ini perlu pemahaman tema dan kerja sama antara model dengan perupa, sebab model sebelumnya belum pernah berjumpa. Sehingga diperlukan suatu kesepahaman agar karya mereka menjadi artistik,"‎ jelas Made Bhakti Wiasa‎.
 
Dalam ajang ini indikatornya adalah artistik, kekuatan teknis lukisan dibidang kanvas yang bergerak, kesesuaian dengan tema, dan lainnya. Melalui ajang ini diharapkan bisa menumbuhkan kebanggakan antara perupa dengan wisatawan dalam bentuk karya seni.
 
"Tradisi 'Body Painting' ini adalah suatu inovasi pembaharuan di dalam seni lukis tubuh. Ini‎ sangat menarik dan aktual di tengah krisis global dan kekerasan yang belakangan ini terjadi. Simpul seni ini bisa menjadi agen yang berkontribusi untuk media peny‎adaran, kelembutan dalam penyeragaman yang disuarakan melalui seni‎," tegas Bhakti Wiasa. [bbn/dws]


Rabu, 14 Oktober 2015 | 08:15 WITA


TAGS: nusa dua fiesta



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: