Support Nelayan, SMS Programkan Cold Storage

Selasa, 01 Desember 2015 | 08:05 WITA

Support Nelayan, SMS Programkan Cold Storage

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Karangasem. Guna menampung hasil tangkapan nelayan yang sekitar 4800 lebih di Karangasem, pasangan Sudirta-Sumiati memprogramkan membangun ‘’cold storage’’ di Karangasem, agar harga ikan tidak anjlok di musim panen, dan tidak jauh memasarkannya ke tempat pelelangan ikan di Kusamba-Klungkung, atau terpaksa dijual murah ke tengkulak. 
 
Kesulitan pemasaran lalu dijual murah ke tengkulak, jadi keluhan ribuan nelayan di pantai Seraya, Bunutan dan Tulamben. Hal itu dilontarkan dalam Debat Publik II di Aston Hotel, Minggu (29/11/2015) dengan tema Optimalisasi Sumberdaya Alam dan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik untuk Kesejahteraan Karangasem.
 
Di awal paparan SMS sudah menegaskan, bahwa galian C yang merupakan sumberdaya alam penyumbang pendapatan asli daerah terbesar di Karangasem, harus dipertahankan, karena merupakan penyerap lapangan kerja. Untuk galian-galian C yang disebut belum punya ijin, SMS juga menjamin akan membantu mereka memperoleh ijin, serta membantu melengkapi segala persyaratan sesuai peraturan.
 
Agar tidak bertabrakan dengan pengembangan pariwisata ramah lingkungan, galian C harus dikelola dengan memperhatikan kelestarian lingkungan, papar Sudirta.
 
‘’Bila kami dipercaya memimpin Karangasem, nelayan ini termasuk prioritas. Kami sudah banyak mendengar, mereka ingin tempat menjual yang lebih dekat serta harga yang lebih baik. Kami pasti perjuangkan habis-habisan, apalagi kami punya Menteri Susi, Presiden Joko Widodo, dan beberapa jaringan nasional yang berkomitmen membantu kami mewujudkan program ini,’’ kata Sudirta.
 
Program lain untuk pemberdayaan desa adat, diantara yang dicetuskan langsung senator Bali 10 tahun di DPD RI Wayan Sudirta adalah, memberikan bagian 50% hasil pungutan masuk ke Pura Besakih kepada Desa Adat ‘’Pengempon’’ Pura, sementara untuk Desa Adat di wilayah Pasar Amlapura, SMS mencanangkan 30% untuk Desa Adat.
 
‘’Cukup banyak potensi dan hasil yang diperoleh pemerintah sebetulnya karena kontribusi desa adat, tetapi belum memadai jumlah yang dikembalikan ke mereka. Kami canangkan pembagian dari penghasilan berbagai pungutan di obyek-obyek wisata, sampai 30% sampai 50% dikembalikan ke desa adat. Selain dengan komitmen politik, juga dengan dukungan Perda yang memadai,’’ katanya.
 
SMS juga mencanangkan mengembangkan desa-desa wisata, baik kuantitas maupun kualitasnya. Desa wisata yang ada, secara bertahap perlu diperbaki, sementara yang baru dibuat sesuai dengan potensi lokal yang ada, serta kemampuan anggaran pemerintah.
 
APBD Karangasem yang saat ini sekitar Rp 1,4 triliun, sangat mungkin dikelola untuk mengkaver berbagai sektor, termasuk sektor pariwisata tersebut. Tambahan anggaran juga sangat terbuka diperoleh, karena PDIP memiliki jaringan yang bisa mengakses anggaran-anggaran pusat di berbagai sektor, yang memang dicanangkan untuk daerah.
 
Salah satunya, SMS memastikan, akan menghotmix jalan-jalan desa di Karangasem, dengan anggaran APBN sebesar Rp 50 sampai Rp 70 miliar, dan sudah dijanjikan oleh Anggota DPR RI Wayan Koster. SMS juga mencanangkan membangun perguruan tinggi negeri gratis tahun 2017, berupa Akademi untuk bidang ilmu praktis yang cocok, dengan bantuan APBN.
 
‘’Kami sudah mendapat jaminan dari kawan-kawan di Jakarta, Akademi ini dipastikan bisa dibangun untuk Karangasem, begitu SMS menang dalam pilkada. Anak-anak kita bisa tetap tinggal di kampung dan belajar gratis di perguruan tinggi. Dengan begitu, kualitas sumberdaya manusia kita akan meningkat, yang sewaktu-waktu bisa menjawab tantangan ketika sumberdaya alam yang ada sudah habis kelak,’’ papar Sudirta.[bbn/rls]


Selasa, 01 Desember 2015 | 08:05 WITA


TAGS: pilkada karangasem



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: