I Wayan Sumerdana

Saya Begini Untuk Bertahan Hidup, Bukan Untuk Gaya atau Pamer

Kamis, 21 Januari 2016 | 22:00 WITA

Saya Begini Untuk Bertahan Hidup, Bukan Untuk Gaya atau Pamer

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Manggis. Belakangan, nama I Wayan Sumerdana (31), sering muncul di media massa baik cetak, online, maupun TV. Tak hanya media lokal Bali, media nasional hingga asing juga mengulasnya. Pria yang memakai alat bantu mekanis pada tangan kirinya yang terserang stroke, kini dijuluki Iron Man Bali. Tapi Wayan kurang suka dengan julukan itu. Apa sebabnya?
 
Kamis (21/1/2016), beritabali.com berkesempatan datang langsung ke bengkel kerja Wayan, di Banjar Tauman, Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem di Bali. Saat ditemui, Wayan yang biasa dipanggil Tawan, tengah mengerjakan pekerjaan las salah satu pelanggannya.
 
Dengan bantuan alat mekanis sederhana yang belakangan oleh media sering disebut tangan robot, Wayan melakukan pekerjaan mengelas dengan teliti. 
 
Di sela-sela melakukan pekerjaan, Wayan menuturkan, ia mulai memakai alat bantu pada tangan kirinya sekitar empat bulan lalu. Sekitar enam bulan lalu, dokter memvonisnya terkena stroke ringan sehingga tangan kirinya lumpuh total. 
 
Dengan kondisi lumpuh sebelah, Tawan sempat merasa depresi berat, apalagi dia berasal dari keluarga yang tidak mampu. Istrinya tidak bekerja, sedangkan anaknya masih kecil-kecil.
 
"Sebelum memakai alat bantu ini, tangan kiri saya kena stroke, tidak bisa digerakkan. Saya sempat putus asa karena tidak bisa dipakai bekerja. Tidak bekerja saya makan apa, karena orang tua saya juga sakit sakitan, tidak mungkin minta beras sama orang tua," ujar ayah tiga orang anak yang masih kecil dan suami dari Ni Nengah Sudartini ini.
 
Saat dalam kondisi sakit, Wayan berpikir keras agar bisa tetap bekerja. Ada 3 anak kecil dan  seorang istri yang harus dinafkahi.
 
Berbekal pengetahuannya tentang elektronik, karena merupakan lulusan Sekolah Teknik Mesin (STM) Rekayasa, Denpasar, Tawan mulai mencari informasi dari internet untuk merancang alat sejenis robot yang bisa membantu menggerakkan tangan kirinya.
 
Alat bantu mekanis dibuat dari barang rongsokan yang ada di bengkel las nya, mulai komponen dari sepeda motor, hingga komponen perangkat elektronik komputer rongsokan. Rakitan tangan robot ini dicoba hingga lima kali percobaan. Terakhir yang dipakainya adalah robot jenis EEG.
 
"Alat ini belum sempurna, tetapi sudah lumayan membantu saya. Tanpa alat ini, saya sama sekali tidak bisa bekerja menggunakan tangan kiri. Namun dengan bantuan alat ini, mengangkat beban berat juga bisa. Tapi saya masih sering pusing dan mual saat menggunakannya, karena ada sensor yang diikatkan di bagian kepala," tambahnya.
 
Semua alat yang digunakan untuk membuat alat bantu berasal dari barang rongsokan semasa dia menjadi pemulung. Hanya alat di kepala yang dibelinya dalam kondisi baru.  Satu unit CPU komputer dipasang di bagian belakang tubuhnya sebagai penggerak dari sensor di kepala.
 
"Alat ini saya buat selama dua bulan, dua minggu sejak saya dinyatakan lumpuh. Setidaknya dengan bantuan alat ini saya bisa bekerja lagi menafkahi keluarga saya,"ujarnya.
 
Kini I Wayan Sumerdana menjadi terkenal. Bengkel kerjanya sering dikunjungi dan diliput wartawan dari berbagai media baik media lokal Bali, Nasional, hingga media asing. Ia pun dijuluki "Iron Man Bali". Terkait julukan itu, ia mengaku kurang nyaman.
 
"Alat yang saya buat ini sangat sederhana, tidak ada apa apanya, dibuat dari bekas rongsokan, masih perlu banyak penyempurnaan. Apa yang saya lakukan ini hanya untuk bertahan hidup saya dan keluarga saya. Sama sekali tidak ada niat untuk pamer, gaya, cari perhatian di media, atau motivasi bisnis,"ujarnya. [bbn/psk]


Kamis, 21 Januari 2016 | 22:00 WITA


TAGS: iron man bali tawan



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: