Blue Bird Support Pengembangan Seni Budaya Adat Kuta

Kamis, 10 Maret 2016 | 07:05 WITA

Blue Bird Support Pengembangan Seni Budaya Adat Kuta

bbn/dws

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Kuta. Pulau Bali dikenal wisatawan mancanegara dengan seni dan budaya adatnya yang khas. Untuk melestarikan seni budaya adat Bali ini perlu pengembangan di masing-masing banjar maupun desat adat di wilayah Bali.
 
Di tengah gempuran modernisasi dan kemajuan sektor pariwisata Bali, pengembangan seni dan budaya juga tetap gencar dilakukan oleh seluruh banjar dan Desa Adat diwilayah Kuta. Untuk pengembangan seni dan budaya itu, salah satunya diperlukan suntikan dana untuk membantu menopang kesenian adat tersebut.
 
Salah satu perusahaan yang selalu memberikan dukungan bagi kemajuan seni dan budaya adat Kuta yakni PT Praja Bali Transportasi (Blue Bird Group Bali). Perusahaan angkutan taksi terbesar di Bali ini ternyata sudah keempat kalinya mensupport kegiatan lomba ogoh-ogoh yang digelar oleh Desa adat Kuta guna menyemarakan hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1938. 
 
Selain lomba ogoh-ogoh perusahaan transportasi yang rutin mengucurkan CSR ini, juga memberi dukungan untuk ajang pemilihan Jegeg Bungan Desa (JBD) yang dilaksanakan berbarengan dengan Pasar "Majelangu" atau pasar rakyat khas warga Kuta.
 
Pasar Ma‎jelangu yang digelar sehari pasca Nyepi yang digelar di pesisir Pantai Kuta yang biasanya dibanjiri wisatawan mancanegara. Namun, setahun sekali, Pantai Kuta disulap menjadi pasar rakyat untuk menjajakan aneka macam makanan, minuman hingga souvenir yang merupakan bagian tradisi warga Kuta setelah melaksanakan tapa brata penyepian.
 
General Manager Blue Bird Group Area Bali-Lombok, dr. I Putu Gede Panca Wiadnyana mengakui dukungan tersebut sebagai bagian dari perhatian Blue Bird untuk menyemarakan kegiatan Festival Seni dan Budaya Desa Adat Kuta yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. 
 
Salah satunya memberikan dana motivasi yang sudah diserahkan masing-masing sebesar Rp2 juta masing-masing untuk 13 STT (Sekehe Teruna Teruna) di 13 banjar di Desa Adat Kuta. 
 
"Selain dana motivasi kita juga persiapkan hadiah bagi para pemenang lomba ogoh-ogoh untuk 3 kategori," ujar dokter Panca di‎ Kuta, Kamis (10/3/2016).
 
Dijelaskan dokter Panca sapaan akrabnya, Blue Bird Group selalu mendukung setiap pelaksaan Festival Seni dan Budaya Desa Adat Kuta yang kali ini mengambil tema "Yowana Kelanggon Taksu" dengan menyiapkan hadiah lomba ogoh-ogoh dari kategori fragmentari, bentuk ogoh-ogoh masing-masing dari juara 1, 2 dan 3 serta juara harapan 1, 2 dan 3. 
 
Selain itu, juga diberikan hadiah juara favorit yang dinilai oleh perwakilan 200 wisatawan dari 10 hotel di Desa Adat Kuta untuk juara 1, 2 dan 3. 
 
"Besaran hadiah untuk juara satu sebesar 3.5 juta, juara dua kita berikan 2.5 juta dan juara 3 senilai 2 juta rupiah. Sedangkan untuk juara harapan masing-masing disiapkan hadiah 1 juta rupiah untuk semua kategori," jelasnya.
 
Menurut pria yang dikenal sangat familiar ini, selama ini Blue Bird Group selalu berperan aktif dengan berpartisipasi setiap kegiatan untuk melestarikan kekayaan budaya Indonesia, termasuk di Bali yang harus dipelihara dan dimanfaatkan. 
 
Baginya, selain memberikan tuntunan nilai moral yang luhur juga akan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. 
 
"Sebagai perusahaan jasa transportasi yang melayani masyarakat Indonesia sejak dulu, kehadiran Blue Bird di daerah manapun termasuk di Bali, selain memberikan layanan jasa transportasi yang prima kepada masyarakat, juga turut mendukung kegiatan seni dan budaya," tegasnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panita Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta, Komang Alit Ardana mengatakan kegiatan ini dimaksudkan sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk melestarikan adat dan seni budaya. Lomba ogoh-ogoh dilaksanakan bersamaan dengan malam pangerupukan atau sehari menjelang Nyepi. Kegiatan yang melibatkan 13 banjar adat di Kuta ini sangat menarik minat teruna-teruni untuk membuat ogoh-ogoh sekreatif mungkin. 
 
"Ada 13 ogoh-ogoh yang digarap oleh para Sekehe Teruna dan Teruni di Desa Adat Kuta. Seluruhnya merupakan kreatifitas anak muda banjar untuk menyemarakan malam pangerupukan. Tidak ada syarat khusus, namun yang terpenting murni digarap di masing-masing banjar dengan diiringi pragmentari sesuai dengan tema ogoh-ogoh yang dilombakan," ucapnya.
 
Dikatakannya, yang paling unik dari lomba ogoh-ogoh yang didukung penuh oleh Blue Bird ini dari juri ogoh-ogoh favorit secara khusus melibatkan wisatawan asing yang ditentukan oleh Panitia Lomba untuk menonton pawai ogoh-ogoh dengan cara memilih peserta terbaik. Nama peserta pilihan juri bule ini dimasukkan dalam kotak yang telah disediakan Blue Bird Group. 
 
Hasilnya untuk menentukan juara favorit ini dihitung saat acara puncak festival yang dimeriahkan Pasar Rakyat Kuta di depan Pura Segara hari iniKamis (10/3g2016). Pada kesempatan itu, Blue Bird memberikan hadiah kepada seluruh juara ogoh-ogoh hasil kreativitas teruna-teruni dari 13 banjar di Desa Adat Kuta tersebut.
 
Sementara itu, bertepatan dengan Pasar Rakyat Majelangu juga digelar kontes pemilihan Jegeg Bungan Desa (JBD) Kuta dengan menghadirkan 13 gadis belia yang selain cantik juga harus memiliki wawasan luas dari perwakilan masing-masing banjar di Desa Adat Kuta. 
 
Untuk 3 pemenang JBD baik juara JBD dan runner up 1 dan 2, Blue Bird memberikan beasiswa sebesar Rp2 juta per semester hingga lulus kuliah. Termasuk untuk kategori fotogenik dan terfavorit juga mendapat beasiswa yang sama. Selain menyediakan seluruh hadiah lomba, Blue Bird Group Bali juga memberikan support lainnya seperti seragam untuk panitia seni dan budaya, para pecalang dan jagabaya Kuta.[bbn/dws/adv/*] 


Kamis, 10 Maret 2016 | 07:05 WITA


TAGS: blue bird bali



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: