Buleleng Belajar Pengelolaan Sampah dari Bantaeng

Rabu, 24 Agustus 2016 | 15:05 WITA

Buleleng Belajar Pengelolaan Sampah dari Bantaeng

bbn/pande wismaya

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Bantaeng. Kabupaten Buleleng melakukan kunjungan ke Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan Selasa (23/8). Kedatangan ke Kabupaten Bantaeng untuk melihat pola pengelolaan sampah pada TPST yang dimiliki Kabupaten tersebut yang memperoleh prestasi sebagai TPST terbaik di Indonesia. 
 
Rombongan Kabupaten Buleleng dipimpin oleh Assisten II Setda Buleleng Ida Bagus Geriastika bersama awak media di Buleleng dan diterima oleh Kepala Bapedda Kabupaten Bantaeng Haji Syamsu Alam beserta beberapa jajaran SKPD di likup Kabupaten Bantaeng. 
 
Menurut Haji Syamsu Alam Kabupaten Bantaeng yang dipimpin oleh Bupati Prof. DR. Haji Nurdin Abadullah terus melakukan perbaikan di Kabupaten yang tahun 2008 silam masih masuk dalam 119 daerah tertinggal di Indonesia. 
 
Namun berkat sentuhan dingin tangan Bupati Kabupaten Bantaeng berbenah dan berinovasi sehingga memperoleh tropfi Adipura berturut-turut hingga saat ini. Kabupaten Bantaeng juga melakukan reklamasi sekitar 8 hektar untuk menata kawasan pantai menjadi tempat wisata dan juga menjadi alun-alun kebanggaan masyarakat karena menjadi tempat bersantai ria bagi warga masyarakat. 
 
Di tempat reklamasi tersebut juga dibangun Rumah Sakit yang sangat mewah dan representatif. Kabupaten Bantaeng dibawah kepemimpinan Prof. DR. Haji Nurdin Abadullah juga berhasil mengambil hati pemerintah Jepang dengan mendatangkan beberapa ambulan mewah dan sangat canggih serta beberapa mobil pemadam kebakaran berstandar internasional dari Pemerintah Jepang.
 
Kabupaten Bantaeng juga memiliki call center 115 yang diperuntukkan untuk melaporkan soal sampah, drainase serta lampu jalan. Bupati juga membuat terobosan dengan membuat dam untuk pengendali banjir dan juga sebagai cadangan air. 
 
Daerah yang dulunya kering ini juga diubah menjadi daerah hijau dengan membuat program jumat bersih sabtu menanam pohon sehingga kini Bantaeng menjadi daerah yang hijau serta bersih.Disamping itu Kabupaten Bantaeng mempunyai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)  terbaik di Indonesia. 
 
Kabupaten yang memiliki penduduk sekitar 200 ribu jiwa lebih tersebut memiliki 7 TPST yang mengolah sampah plastik menjadi berdaya guna dan bernilai. 
 
"Semua program unggulan dari Bupati terus digenjot sehingga membuahkan hasil hingga saat ini, termasuk open house setiap hari dari pukul 06.00 hingga pukul 09.00 dirumah dinas untuk mendengar keluhan masyarakat. Bupati ingin memberikan yang terbaik kepada masyarakat Bantaeng" ungkap Syamsu Alam. 
 
Sementara itu Kepala Sub Pengelolaan Dampak Lingkungan Amdal Bapedalda Bantaeng Rukiati menjelaskan Sertifikat dan Tropi Adipura diraih pada tahun 2010 dan ditetapkan sebagai TPST terbaik nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI. Dipaparkan bahwa saat ini tujuh TPST yang dimiliki dikelola oleh masing-masing kelompok masyarakat. Pembinaan kepada masyarakat dilakukan secara konsisten kepada masyarakat maupun para siswa sekolah. 
 
Setelah melihat TPST di Bantaeng, Kadis DKP Buleleng Nyoman Genep mengatakan langkah positif yang dilakukan oleh Pemkab Bantaeng akan diadopsi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah di Buleleng. 
 
"Persoalan di Buleleng adalah hanya masalah lahan untuk TPST yang masih dikebut dan di tiap desa nantinya akan dibuat TPST. Desa menyediakan lahan sekitar 4 are dan pemerintah akan membangun TPST-nya" ungkap Genep.[bbn/pan/psk] 


Rabu, 24 Agustus 2016 | 15:05 WITA


TAGS: bantaeng buleleng



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1598