Menpar Tegaskan Lagi Statemen Jokowi di Shanghai

Selasa, 30 Agustus 2016 | 07:35 WITA

Menpar Tegaskan Lagi Statemen Jokowi di Shanghai

bbn/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Shanghai. Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan kembali pidato Presiden Joko Widodo tentang kompetisi antanegera dan percepatan pembangunan. Sektor pariwisata menjadi jalan baru bagi kemajuan pembangunan.
 
"Saya yakin banyak di antara kalian yang belum mendengarkan pidato Bapak Presiden Joko Widodo saat Peringatan HUT RI ke-71 lalu. Ini bisa jadi pengobat rindu pada Indonesia. Ini saya kutip, kata-kata beliau yang perlu disimak dan digaris bawahi," prolog Menteri Pariwisata Arief Yahya saat berbicara di depan diaspora di Shanghai, yang didominasi pengusaha dan professional anggota Indonesia China Chamber of Commerce (Inacham) di Grand Hyatt Shanghai, Jin Mao Tower, Tiongkok.
 
"Sekarang kita berada pada era persaingan global. Kompetisi antarnegara luar biasa kerasnya, luar biasa sengitnya. Untuk memenangkan kompetisi, untuk menjadi bangsa pemenang, kita harus berani keluar dari zona nyaman. Kita harus kreatif, optimis, bahu-membahu, dan melakukan terobosan-terobosan. Semua itu demi mempercepat pembangunan nasional, dem meningkatkan daya saing kita sebagai bangsa.
 
Tanpa keberanian kita keluar dari zona nyaman, kita terus dihadang oleh tiga masalah utama bangsa, yaitu kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan sosial. Diperlukan langkah-langkah terobosan, diperlukan kecepatan kerja, diperlukan lembaga-lembaga negara yang kuat dan efektif untuk mengatasi tiga masalah utama bangsa tersebut.
 
Tahun 2016 ini telah ditetapkan sebagai Tahun Percepatan Pembangunan Nasional. Kita harus melangkah menuju Indonesia maju. Percepatan pembangunan tersebut mutlak kita perlukan. Sudah 71 tahun Indonesia merdeka, kita belum mampu memutus rantai kemiskinan, memutus rantai pengangguran, dan memutus rantai kesenjangan sosial.
 
Pada tahun percepatan pembangunan ini, Pemerintah fokus pada tiga langkah terobosan untuk pengentasan kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan sosial. Ketiga langkah itu adalah: Pertama, Percepatan pembangunan infrastruktur. Kedua, penyiapan kapasitas produktif dan Sumber Daya Manusia. Ketiga, deregulasi dan debirokratisasi." Itulah kata-kata penting Presiden Jokowi.
 
Tiga fokus langkah percepatan yang sudah disampaikan Presiden Jokowi, adalah strategi yang sedang dijalankan di Kementerian Pariwisata. 
 
"Fokus pertama, Infrastruktur, itu syarat mutlak memajukan pariwisata. Kami sedang percepatan 10 destinasi prioritas, dari Danau Toba Sumatera Utara, Tanjung Kelayang Belitung, Kep Seribu Jakarta, Borobudur Jateng, BTS Jatim, Mandalika NTB, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara," jelasnya.
 
Fokus kedua, SDM merupakan kunci untuk memenangkan persaingan global. Tuntutannya adalah segera memiliki SDM-SDM profesional terbaik. Caranya, build, borrow, dan buy. Cara optimal saat ini adalah borrow. Oleh karena itulah kita sekarang didampingi oleh Shadow Management yaitu para ahli dengan reputasi yang sudah teruji di bidangnya.
 
Fokus Ketiga, debirokrasi-deregulasi. Beberapa langkah deregulasi yang sudah kita lakukan antara lain BVK (Bebas Visa Kunjungan) 196 negara termasuk Tiongkok, Pencabutan CAIT untuk industri wisata layar dan moratorium azas cabotage untuk wisata kapal pesiar pada lima pelabuhan besar di Indonesia. "Sehingga kapal pesiar bisa menaik turunkan penumpang di pelabuhan-pelabuhan tersebut," kata dia.
 
Langkah debirokrasi, kata Arief Yahya, yang dilakukan adalah implementasi teknologi digital, kita harus semakin digital, karena itu kita kembangkan E-Government, E-Tourism, TXI (Travel Exchange Indonesia), ITDW (Indonesia Travel Data Warehouse) dan lain-lain. 
 
"Kami punya War Room untuk menjadi pemain global, dan siap bersaing di level internasional," kata Arief Yahya.
 
Ia juga memaparkan, pariwisata adalah jalan baru, paling cepat dan paling mudah untuk memutus rantai kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan yang selama 71 tahun kita hadapi. "Pada 2019, Pariwisata diproyeksikan menyumbangkan PDB sebesar 15%, devisa sebesar US$20 milliar dan menyerap 13 juta tenaga kerja, serta diyakini mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih tersebar di seluruh tanah air," kata Arief Yahya.
 
Dalam acara ini juga dihadiri oleh Duber RI untuk China Soegeng Rahardjo, Konjen Shanghai Siti Mauludiah, Presiden Inacham James Hartono, Chairman Inacham Liky Sutikno, GM Garuda Indonesia I Wayan Sudiarta, dan tokoh pengusaha lainnya. [bbn/idc/psk]


Selasa, 30 Agustus 2016 | 07:35 WITA


TAGS: pariwisata



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: