Gubernur Minta RS Bali Mandara Siapkan Layanan Terapi Stem Cell

Minggu, 11 September 2016 | 19:55 WITA

Gubernur Minta RS Bali Mandara Siapkan Layanan Terapi Stem Cell

bbn/ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Ilmu pengetehuan  di bidang kesehatan dewasa ini semakin berkembang  dan maju  dan menghasilkan sejumlah  teknologi dan penemuan baru yang memungkinkan membantu manusia dalam melindungi kesehatannya. 
 
Salah satunya adalah terapi melalui  pengolahan sel punca   yang dikenal dengan istilah  teknologi stem cell, yakni pengobatan melalui proses pengambilan dan pengembangbiakan sel-sel bagian tubuh yang sehat seperti sumsum tulang belakang maupun , plasenta dan sel binatang  menjadi sel sel baru lagi.
 
Terapi yang ini pada saat sekarang jadi alternatif pengobatan penyakit kronis seperti jantung, kanker dan diabetes, bahkan bagi kecantikan. Berdasarkan penelitian selama ini, stem cells aman bagi tubuh, lebih dari itu  efek samping stem cells justru bisa berbuah manis untuk masalah penuaan atau memberikan efek antiaging. 
 
Teknologi terapi  ini diharapkan nantinya dapat pula disediakan di RS Bali Mandara yang saat ini sedang dibangun. 
 
Demikian harapan yang disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika menanggapi beberapa peserta yang berorasi tentang terapi stem cell di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar, Minggu (11/9). 
 
"Saya kira stem cell ini trend baru dalam dunia pengobatan yang sangat bagus walaupun belum diakui secara resmi, dan apabila sudah diakui kemungkinan bisa mengancam pabrik obat, itu yang menjadi masalah. Karena obat-obatan yang saat ini sekitar 30 ribu, jika stem cell diakui maka akan hanya ada sekitar 40 macam obat saja, dan tentu saja banyak pabrik obat yang akan tutup, itu yang saya dengar yang masih menjadi perdebatan. Jika ini bisa bermanfaat bagi kesehatan, tentu sangat luar biasa," cetus Pastika. 
 
Lebih jauh, Gubernur Pastika juga menjelaskan sel yang baik untuk  dimanfaatkan dalam terapi ini adalah yang berasal dari ari-ari atau plasenta, dan ini menurutnya jika dilihat dari keyakinan di Bali  memiliki korelasi dengan konsep kepercayaan Kanda Pat dimana setiap manusia yang lahir dipercaya dijaga oleh 4 saudaranya yang terdapat dalam ari-ari. 
 
"Kepercayaan di Bali yang masih di Bali yang masih dipelajari dan diterapkan sampai saat ini yakni kepercayaan Kanda Pat yang melindungi kita yang berada dalam ari-ari, ternyata ini bukan kepercayaan spiritual semata, ternyata ada penjelasan ilmiahnya juga dalam terapi tersebut, dan mungkin ada daya magis juga," ujar Pastika seraya berharap ini bisa didiskusikan lebih lanjut oleh para ahli kesehatan di Bali.[bbn/hms/psk] 


Minggu, 11 September 2016 | 19:55 WITA


TAGS: pemprov propinsi bali



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: