Patroli Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 30 Ton Bahan Bom Ikan

Rabu, 21 September 2016 | 23:05 WITA

Patroli Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 30 Ton Bahan Bom Ikan

bbn/ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM    Males Baca?

Beritabali.com, Karangasem. Penyelundupan 30 ton bahan peledak atau Amonium Nitrat berhasil digagalkan oleh Tim Patroli Gabungan Nasional Operasi Walacea, Bea dan Cukai, di Karangasem, Bali.
 
Bahan peledak seberat 30 ton itu diangkut Kapal Motor Kamal Indah berbendera Indonesia datang dari Malaysia. Kapal dinahkodai oleh Udin (38) warga asal Bone Rate, Sulawesi Selatan itu kemudian digiring menuju pelabuhan Padang Bai, Karangasem.
 
Berdasarkan informasi, KM Alam Indah tersebut ditangkap pada Selasa (20/9) malam lalu. Saat itu petugas dari Direktorat Bea dan Cukai mendapatkan informasi terkait adanya pengiriman bahan peledak menggunakan sebuah kapal motor, dari Malaysia menuju Sulawesi, Indonesia. Kebetulan saat itu juga sedang dilaksanakan operasi Walacea oleh petugas Bea Cukai diseluruh perairan Indonesia.
 
Dalam pengejaran kapal motor dengan lima orang ABK itu terdeteksi melintas di wilayah perairan Batam. Petugas kemudian memburu, namun kapal motor tersebut berhasil menghilang dari kejaran petugas. Dengan peralatan yang ada, petugas berusaha mencari keberadaan kapal itu yang menghindar dari kejaran petugas, sang nahkoda kapal Udin melakukan manuver perahu motor miliknya itu kearah perairan Madura.
 
Setelah terus melakukan pelacakan, akhirnya petugas berhasil menangkap kapal tersebut di perairan Kangean, Sumenep, Madura. "Kapal Motor itu sempat menghilang dari kejaran dan kembali terdeteksi di perairan Kangean dan langsung dilakukan penangkapan," ucap Kasie Penindakan, Kanwil Bea Cukai, Bali Nusra, Thomas Aquino, kepada awak media, Rabu (21/9/2016).
 
Dalam pemeriksaan di dek barang kapal tersebut ditemukan sebanyak 30 ton bubuk Amonium Nitrat, yang merupakan bahan utama pembuatan bom atau bahan peledak "High Explossive". Atas temuan tersebut petugas kemudian menggiring kapal motor itu menuju pelabuhan terdekat yakni Pelabuhan Padang Bai, Karangasem.
 
Aquino mengaku untuk pengujian laboratorium, pihak Bea Cukai sudah mengambil sample tiga jenis Amonium Nitrat itu. "Itu untuk pembuatan bahan peledak bahan, juga bisa untuk membuat pupuk. Bisa dibayangkan kalau 30 ton Amonium Nitrat itu dipakai membuat bom ikan berapa hektar terumbu karang yang hancur. Kalau dipakai membuat peledak bayangkan saja berapa dahsyat ledakannya," ungkap Aquino.
 
Sementara itu, Dir Polair Polda Bali, Kombes Pol Hendra bersama Wadir sempat mengecek bubuk Amonium Nitrat tersebut. Kini para pelaku dalam proses pemeriksaan oleh pihak Pol Air. "Kita dalami dulu soal untuk digunakan kemana. Masih kita lidik," tandas Hendra mengakhiri.[bbn/bbk/psk]


Rabu, 21 September 2016 | 23:05 WITA


TAGS: peledak karangasem




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1409