Mabes Polri Lacak Sumber 28 Ton Amonium Nitrat

Jumat, 23 September 2016 | 06:10 WITA

Mabes Polri Lacak Sumber 28 Ton Amonium Nitrat

bbn/file

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Mabes Polri turun tangan menyelidiki tertangkapnya Kapal Motor Alam Indah yang mengangkut 28,280 ton bubuk Amonium Nitrat diperairan laut Bali, pada Selasa (20/9) malam. Mabes Polri masih mencari dalang penyuplai dan menduga pengiriman bahan baku pembuat pupuk dan bahan peledak ini dikendalikan oleh orang yang sama dari Pelabuhan Pasir Gudang Malaysia.
 
Direktur Tipideksus Mabes Polri Brigjen Pol Agus Setya mengatakan, tangkapan ini sama persis yang dilakukan jajaran Mabes Polri bekerjasama dengan pihak Bea Cukai, dibeberapa daerah perairan di Indonesia. Dari beberapa kali penangkapan yang dilakukan  berlangsung di Batam, Sulawesi Selatan hingga Tanjung Balai Karimun. Modus operadinya juga sama menyelundupan Amonium Nitrat melalui kapal motor.  
 
Menurutnya, Amonium Nitrat merupakan bahan yang sangat berbahaya dan merusak lingkungan hidup, khususnya habitat laut. Amonium Nitrat ini sedianya digunakan para nelayan untuk pengeboman ikan di laut. 
 
“Tujuannya memang menangkap ikan, tapi caranya tidak benar dengan mengebom ikan sehingga merusak lingkungan,” tegasnya saat jumpa pers kepada awak media di Bea Cukai Bandara, kemarin (22/9), yang dihadiri PLH Kakanwil Bea Cukai Husni Syaiful, Kepala KPPBC TMP A Denpasar  Untung Purwoko, Direktur Pol Air Polda Bali Kombespol. Mohamad Hendra Suhartyono dan wakil dari Direktur Intelkam Polda Bali AKBP Priyanto.  
 
Mabes Polri kata jenderal bintang satu dipundak ini, sudah bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Kelautan untuk melakukan pencegahan.  Kementerian Kelautan berharap kepada jajaran Mabes Polri dan Bea Cukai untuk terus memberantas dan mencegah masuknya Amonium Nitrat ini masuk ke Bali. 
 
“Mabes Polri dan Bea Cukai diharapkan mencegah masuknya bahan ini dengan menghadang jalur distribusi yang berasal dari pelabuhan Pasir Gudang Malaysia,” bebernya.
 
Saat ditanya apakah pengiriman Amonium Nitrat ada kaitannya dengan terorisme, Brigjen Agus membantahnya. Penangkapan Kapal Motor Alam Indah yang dilakukan Bea Cukai bukan di bawa ke Bali tapi dari Malaysia menuju Sulawesi Selatan. “Jadi, sekarang ini Mabes Polri masih menyelidiki bagaimana Amonium Nitrat ini bisa masuk ke Indonesia. Siapa dalangnya, masih dicari,” tegas Brigjen Agus.
 
Hal senada dikatakan PLH Kakanwil Bea Cukai Husni Syaiful yang mengatakan tujuan akhir pengiriman Amonium Nitrat ini bukan ke Bali, tapi tepatnya menuju Selayar Sulawesi Selatan. “Tidak ada kaitannya di Bali. Bali  hanya pencegahan. Karena ada informasi pengiriman dari Malaysia yang melewati laut Bali menuju Sulawesi Selatan,” ungkapnya.
 
Kapal Motor Alam Indah ditangkap di perairan Laut Bali pada Selasa (20/9) dalam sebuah penyergapan petugas Patroli Bea Cukai dan Dit Pol Air Benoa. Dalam penyergapan tim gabungan menemukan bubuk Bahan Amonium Nitrat sebanyak 28,280 ton yang dikemas dalam 1153 karung. Pihaknya mengamankan 5 anak buah kapal beserta nahkodanya yang sebagian berasal dari Sulawesi Selatan.  
 
“Mereka ini pelaut. Dari keterangannya mereka berangkat dari Pelabuhan Pasir Gudang Malaysia menuju Selayar Sulawesi Selatan. Awalnya mereka mengangkut 1500 karung tapi karena ombak gede sebagian dibuang dan sisanya inilah yang kami temukan dan sudah diamankan sebagai barang bukti.[bbn/spy/psk]


Jumat, 23 September 2016 | 06:10 WITA


TAGS: amonium nitrat bali



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: