Pria Usia 50 Tahun Perkosa Remaja 15 Tahun di Monang-Maning

Senin, 03 Oktober 2016 | 07:05 WITA

Pria Usia 50 Tahun Perkosa Remaja 15 Tahun di Monang-Maning

bbn/ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar. Kasus pencabulan terhadap remaja terjadi di seputaran rumah kos kosan di kawasan Monang maning Denpasar. Korbannya, seorang remaja berusia 15 tahun, sebut saja SM. Korban mengaku dicabuli Toufik, bapak berusia 50 tahun di kamar kos pelaku di TKP, pada Sabtu (1/10) siang. 
 
Akibat pencabulan tersebut, korban mengalami luka lecet di bagian kemaluan dan trauma akan kejadian tersebut.
 
Sumber dilapangan mengungkapkan, kasus pencabulan itu diduga sudah lama terjadi dan baru dilaporkan oleh korbannya. Selain takut dan mengaku diancam pelaku, korban mendiamkan kasus tersebut hingga akhirnya diketahui ibu kandung korban. Kasus pencabulan terjadi pada Sabtu (1/10) sekitar pukul 14.00 Wita di rumah kos pelaku Toufik.
 
Bermula saat pelaku memanggil korban. Tanpa menyadari bahaya, korban masuk kamar. Namun tak disangka, di dalam kamar sepi tersebut pelaku langsung memeluknya. “Korban datang kesana karena sudah mengenal pelaku. Pelaku juga sudah dikenal oleh ibu korban,” ujar sumber dilapangan Minggu (2/10).
 
Tak hanya dipeluk, pelaku dengan beringas menciuminya dan mempereteli pakaian korban. Korban berupaya berteriak namun pelaku membekap mulutnya dengan tangan kosong. Akibatnya korban tak berdaya. 
 
Agar korban tidak melawan, pelaku mengiming-iminginya membelikan HP dan membeli baju baru. 
 
“Pelaku mencabuli korban di dalam kamar kos, setelah dijanjikan beli HP dan baju baru,” ungkap sumber yang enggan disebut namanya itu.
 
Dibawah ancaman, korban akhirnya pasrah hingga pelaku memasukkan jemarinya ke bagian terlarang korban. Akibatnya, korban merasakan sakit yang luar biasa. Belum puas pelaku melampiaskan hasrat seksualnya, korban berontak dan kabur dari kamar tersebut. Kasus itu dilaporkan korban kepada ibunya. 
 
Ibu korban kemudian mendatangi rumah kos pelaku Toufik, namun yang bersangkutan tidak ada di rumah alias sudah kabur. 
 
“Korban diduga sudah sering digituin sama pelaku tapi tidak berani melapor karena takut diancam pelaku,” kata sumber.
 
Selanjutnya, kejadian ini dilaporkan korban ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Sat Reskrim Polresta Denpasar. Petugas langsung memeriksa ibu kandung korban SR dan anaknya. Namun sayang, pelaku Toufik belum diringkus petugas. 
 
Dikonfirmasi, Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan belum membenarkan masuknya laporan. “Saya masih diluar, nanti saya cek dulu laporannya,” tegas perwira asal Sumatera Utara ini.[bbn/spy/psk]


Senin, 03 Oktober 2016 | 07:05 WITA


TAGS: denpasar



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: