IRD RSUD Kabupaten Buleleng Siap Operasi April 2017

Senin, 31 Oktober 2016 | 06:40 WITA

IRD RSUD Kabupaten Buleleng Siap Operasi April 2017

bbn/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Buleleng. Pembangunan Intalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD Kabupaten Buleleng tahap kedua sudah mencapai realisasi 65 persen. Pembangunan tahap dua ini menggunakan anggaran APBD murni sebesar Rp 33 miliar. 
 
Proyek lanjutan ini meliputi pemasangan berbagai macam instalasi berupa mekanikal electrical seperti listrik, jaringan gas medis, lift dan sejumlah pekerjaan teknis lainnya. Pembangunan tahap kedua ini akan berakhir 2 Desember 2016 mendatang. Sehingga IRD ini dipastikan mulai beroperasi April 2017 mendatang.
 
Hal tersebut terlihat saat Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST bersama Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. dan Direktur Utama (Dirut) RSUD Kabupaten Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes. saat meninjau ke lokasi proyek Jumat (28/10). 
 
Dari tinjauan itu, Bupati Suradnyana yang memiliki latar belakang arsitek mengaku puas dengan kualitas pekerjaan. Bahkan menurutnya, semua material yang digunakan sudah sesuai dengan dokumen perencanaan. Dengan demikian, Bupati sangat yakin kalau IRD yang menghabiskan total APBD murni senilai Rp 100 miliar ini menjadi fasilitas bertaraf internasional.
 
Saat ini, rekanan masih menuntaskan pekerjaanya hingga serah terima pekerjaan pada 2 Desember 2016 mendatang. Sekarang, menejemen RSUD mulai gencar melakukan persiapan sumber daya manusia (SDM) yang akan dipekerjakan di IRD. 
 
Untuk tahap awal, tenaga medis dan tenaga teknis pendukung akan diisi oleh tenaga medis yang sudah ada sebelumnya. Kekurangan dari tenaga itu, RSUD akan merekrut tenaga kontrak dengan menyesuaikan kondisi anggaran yang disusun 2017. Pemasangan instalasi ini dilakukan dengan sangat hati-hati. 
 
Ini dilakukan agar seluruh instalasi berfungsi dengan baik. Untuk itu, sebelum pengoperasian ini akan dilakukan tahap ujicoba, sehingga kalau ada perangkat yang tidak berfungsi tentu akan dilakuka penyempurnaan kembali.
 
“Kontrak berakhir Desember dan masuk Januari dan Februari tahap pembersihan dan persiapan SDM dan setelah itu paling lambat IRD beroperasi maret atau april 2017 mendatang,” kata Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana sembari meninjau pekerjaan.
 
Untuk pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Bupati yang akrab disapa PAS ini mengatakan, pihaknya sedang mengajukan proposal bantuan kepada pemerintah pusat. Dari proposal itu, pengadaan alkes IRD diperkirakan mencapai Rp 40 miliar. 
 
Upaya lobi politik yang dilakukan itu telah membuahkan hasil, hanya saja berapa kesiapan pemerintah pusat akan membantu pengadaan alkes tersebut diperkirakan akan turun dalam waktu dekat ini. Jika proposal itu gagal, pemerintah tetap menyiapkan anggaran cadangan. Ini akan diupayakan selain dari APBD, namun bisa saja rumah sakit yang menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) akan mengupayakan dana-dana lain, sehingga IRD dilengkapi dengan alkes yang sudah dirancang dalam dokumen perencanaan.
 
“Saya mengawal sendiri dan sudah ada sinyal disetujui, namun berapa kita belum tahu. Tapi kalau masih kurang, kita akan siapkan juga baik dari APBD dan rumah sakit yang sudah menjadi BLUD akan mengupayakan dana-dana lain,” jelasnya.
 
Sebelum meninjau pekerjaan pembangunan IRD tahap kedua ini, Bupati Suradnyana beserta rombongan juga meninjau pekerjaan lanjutan di Rumah Sakit Pratama bagian barat yang terletak di Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt. RS Pratama ini sudah beroprasi namun ada beberapa pekerjaan lanjutan yakni pekerjaan pavingisasi, dan tamanisasi. Selain itu, Bupati Suradnyana juga melihat kuwalitas bed dan kamar operasi.[bbn/rls/psk]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


Senin, 31 Oktober 2016 | 06:40 WITA


TAGS: buleleng



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: