Walikota Rai Mantra & Walikota Gyeongju Korea Yang Sik Jalin Kerjasama

Selasa, 15 November 2016 | 10:05 WITA

Walikota Rai Mantra & Walikota Gyeongju Korea Yang Sik Jalin Kerjasama

Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra saat bertemu dan menandatangani Letter of Intent (LoI) terkait Kerjasama Bidang Kebudayaan, Pendidikan dan Teknologi dengan Walikota Gyeongju Korea Selatan Yang Sik beberapa waktu yang lalu. [source: istimewa]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com - Denpasar. Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra terus menggalang kerja sama dengan berbagai kota baik di dalam maupun di luar negeri. Hal ini dilakukan untuk lebih mengangkat kemajuan Kota Denpasar. 
 
Belum lama ini, dalam lawatannya ke Korea Selatan, Walikota Rai Mantra menandatangani Letter of Intent (LoI) terkait bidang ekonomi, budaya, pendidikan, kesehatan, teknologi dan bidang lainnya dengan Walikota Gyeongju Korea Selatan Yang Sik. Kunjungan Walikota Rai Mantra yang didampingi Kabag Kerja sama Dewa Made Ariawan dan Kabag Kesra I Gusti Bagus Mataram ke Korea Selatan adalah dalam rangka menghadiri Regional Conference Organisasi World Heritage City (OWHC) se-Asia Pasifik. 
 
Organisasi OWHC yang dibentuk oleh UNESCO ini, fokus terhadap pelestarian berupa bangunan dan benda Pusaka Alam, Pusaka Budaya, dan Pusaka Saujana. OWHC memiliki anggota 298 kota  yang tersebar di delapan Sekretariat Regional di seluruh dunia. Sementara, Sekretariat Regional Asia Pasifik berada di Kota Gyeongju yang sekaligus juga sebagai Regional Coordinator dengan menghimpun pula 23 kota anggota di kawasan Asia Pasifik. Denpasar sendiri sudah termasuk dalam organisasi ini sejak 2013 lalu. 
 
Pada Juli 2016 lalu, Denpasar terpilih sebagai tuan rumah pertemuan strategic meeting OWHC Asia Pasifik. Dari pertemuan tersebut dihasilkan kesepakatan antara Walikota I.B Rai Dharmaiwjaya Mantra bersama Kota Kota Gyeongju, Korea Selatan Yang Sik, yang diwujudkan dalam kerjasama budaya hingga kerjasama teknologi.
 
Kini kerja sama tersebut dipertegas kembali melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) mengenai Friendship City dan kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua kota.
 
”Berbicara masalah budaya, tidak bisa hanya dari satu sudut pandang saja,  karena masalah budaya merupakan bidang yang holistik dan terkait dengan bidang ekonomi, sosial, kesehatan dan bidang lainnya,” ujar Rai Mantra. 
 
Peran dan kontribusi budaya terhadap sektor lainnya sangat signifikan dalam pembangunan baik di sektor ekonomi, pariwisata, pendidikan dan bidang lainnya sehingga keberpihakan terhadap budaya adalah menjadi suatu keharusan dalam era kekinian saat ini.
 
Letter of Intent  (LoI) yang merupakan pernyataan minat dari kedua kota, bertujuan untuk meningkatkan intensitas kerja sama melalui konsep Friendship City (Kota Bersahabat) yang dilaksanakan berdasarkan pada kesetaraan dan kepentingan bersama serta saling pengertian yang berkeinginan. Hal ini tentu akan berdampak pada harapan untuk memperkuat dan mengembangkan pertukaran persahabatan dan kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua kota dalam bidang  ekonomi, budaya, pendidikan, kesehatan, teknologi dan bidang lain yang disetujui oleh kedua belah pihak. Diharapkan Letter of Intent yang dibangun kedepannya akan menjadi langkah nyata dan keseriusan Kota Denpasar meningkatkan pelestarian pusaka. Disamping itu  juga menjadi peluang strategis Kota Denpasar untuk memperluas ajang promosi pariwisata serta memperluas akses jaringan dan informasi dalam kancah pergaulan internasional. [pur/wrt]


Selasa, 15 November 2016 | 10:05 WITA


TAGS: berita beritabali raimantra koreaselatan friendshipcity kerjasama OWHC UNESCO asiapasifik denpasar



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: