Penerapan Smart City Kabupaten dan Kota di Bali Harus Dikaji Kembali agar Hasil Lebih Optimal

Rabu, 23 November 2016 | 17:08 WITA

Penerapan Smart City Kabupaten dan Kota di Bali Harus Dikaji Kembali agar Hasil Lebih Optimal

Bali belum secara penuh menerapkan enam dimensi konsep smart city. [source: istimewa]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com - Denpasar. Belakangan ini cukup ramai terdengar beberapa Bupati dan Wali kota di Bali bersemangat dan kolektif dalam merencanakan sistem smart city di masing-masing daerahnya. Tentu sangat indah terlintas akan pandangan masyarakat tentang konsep kota pintar yang akan segera dibuat untuk masing-masing daerahnya. 

Pemerintah terkait bahkan mendatangkan beberapa pakar yang berhubungan dengan konsep smart city, baik dari dalam maupun luar negeri.
 
Kota pintar atau Smart city adalah sebuah konsep kota cerdas yang bisa membantu masyarakat yang berada di dalamnya, dengan cara mengelola sumber daya yang ada secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kualitas hidup orang-orang yang tinggal di kota. Terdapat enam dimensi yang mendukung didalam konsep smart city yaitu ekonomi pintar (smart economy), lingkungan pintar (smart environment), orang pintar (smart people), mobilitas pintar (smart mobility), cerdas hidup (smart life), dan pemerintah cerdas (smart government).
 
 
Apakah  semua dimensi tersebut sudah terpenuhi dimasing-masing Kabupaten dan Kota di Bali? Menurut pandangan saya belum.
 
Salah satunya adalah mobilitas pintar (smart mobility) atau transportasi dan infrastruktur. Sebagai pengamat transportasi Bali, bagi saya belum optimalnya fasilitas sarana dan prasarana  transportasi publik di masing-masing Kabupaten dan Kota adalah PR bagi pemerintah untuk lebih mengoptimalkan terlebih dahulu sistem transportasi publik yang memiliki konsep “BERTEMAN” (Berkelanjutan, Terpadu, Aman, dan Nyaman).
 
Bali juga memiliki kultur budaya, adat, serta agama yang berbeda dengan daerah lain pada umumnya. Tentu saja didalam pendekatan karakter masyarakat Bali berbeda dengan masyarakat lainnya. Masyarakat Bali cenderung lebih menggiatkan ke acara adat sehingga terkesannya cuek dengan perkembangan sistem terknologi saat ini. Nyatanya tidak, sumber daya manusia yang dimiliki saat ini semakin baik dilihat dari jumlah tamatan sarjana  setiap tahunnya yang semakin meningkat. 
 
Konsep smart city yang diimplementasikan dengan baik tentunya akan mendukung perkembangan suatu daerah sesuai dengan visi-misi masing-masing kepala daerah tingkat Kabupaten dan Kota di Bali. Namun harus dijelaskan implementasi konsep smart city seperti apa yang akan dibangun di masing-masing daerah.
 
Bilamana konsep smart city oleh pemerintah Kabupaten dan Kota di Bali ini bertujuan untuk memberikan pelayanan publik yang lebih baik kepada warganya kemudahan dalam pengurusan surat atau izin, kemudahan pengaduan masyarakat, transparansi pelayanan, meningkatkan kecepatan pelayanan publik, angkutan umum yang lebih dapat diandalkan, peningkatan keamanan, dan lainnya dengan sistem teknologi informatika, ingat teknologi bukan berarti sebuah solusi melainkan hanya menyelesaikan permasalahan secara efisien dan efektif.
 
Catatan: 
Pemerintah diharapkan mengkaji lebih detail lagi akan konsep smart city agar mendapatkan hasil yang optimal. Pemerintah harus mengetahui kesiapan masyarakat Bali akan teknologi yang akan digunakan didalamnya. Tidak berdasarkan turut meramaikan konsep smart city yang diterapkan oleh kota-kota lain, takutnya konsep sudah dijalankan justru tidak berfungsi optimal,dimana masyarakat mengeluh dan menjadi sebuah boomerang bagi pemerintah. 
 
Ditulis oleh I Putu Putra Jaya Wardana.SE.MsTr
Alumni Magister Transportasi Institut Teknologi Bandung


Rabu, 23 November 2016 | 17:08 WITA


TAGS: smartcity transportasi



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: