Dekranasda Provinsi Turun Ke Denpasar

Manfaatkan Media Online, Produk WMD Laris di Mancanegara

Sabtu, 26 November 2016 | 07:27 WITA

Manfaatkan Media Online, Produk WMD Laris di Mancanegara

Tak kalah, produk sandal dan tas berbahan kulit hasil karya cipta Wirausaha Muda Denpasar (WMD) jika dibandingkan dengan produk luar negeri. [source: istimewa]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com - Denpasar. Produk sandal dan tas berbahan kulit hasil karya cipta Wirausaha Muda Denpasar (WMD) tak kalah dengan hasil produk luar negeri. Hal ini terbukti produk-produk seperti tas kulit dan sandal kulit dipadukan dengan tenun ikat endek mampu menarik minat mancanegara. Produk ini langsung ditinjau Dewan Kerajinanan Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali pada Jumat (25/11) di otlet produksi WMD di kawasan Peguyangan dan Padangsambian. 
 
Peninjauan ini juga didampingi Dekranasda Kota Denpasar dengan kegiatan monitoring dan evluasi secara rutin telah dilakukan untuk mengetahui tantangan yang dihadapi. 
 
"Kali ini Dekranasda Provinsi melakukan monitoring dan evluasi ke Kota Denpasar yang tentunya mendapatkan pendampingan dari Dekranasda Kota Denpasar dengan kegiatan  monitoring yang rutin kita lakukan," ujar Kabag Ekonomi Setda Kota Denpasar, I Made Saryawan. 
 
Lebih lanjut dikatakan produk-produk WMD sudah mulai menggeliat dengan kegiatan pemilihan WMD yang setiap tahun dilaksanakan Pemkot Denpasar dengan dorongan dari Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dalam meningkatkan ekonomi kreatif di Kota Denpasar.
 
"Pertahunnya kita memiliki sepuluh WMD yang diikuti kalangan anak-anak remaja yang memiliki usaha diberbagai bidang," ujarnya. 
 
Tahun ini kegiatan WMD kembali kita laksanakan yang sudah menghasilkan sepuluh orang WMD dan akan dilanjutkan mengikuti pendalaman terkait pemasaran di Rumah Perubahan Renald Kasali di Jakarta. 
 
Sementara Dian Wira pemilik usaha Mesari Butik yang juga finalis WMD Tahun 2014 mengatakan produk yang dihasilkan meliputi tas kulit berbahan dasar kulit kambing, kulit domba dan kulit phyton. Tidak saja menggunakan bahan dasar kulit juga dikombinasikan dengan tenun ikat endek. 
 
"Kita lakukan kombinasi sehingga memiliki nilai keindahan dalam produk tas tersebut, disamping itu juga pemilihan warna dan desain selalu kita jadikan perhatian," ujarnya.
 
Terkait dengan pemasaran dilakukan melalui media online dan juga pameran-pameran yang diselenggarakan Pemkot Denpasar. Produk yang telah dihasilkan dari Tahun 2013 hingga 2016 ini telah merambah pasar mancanegara dengan kisaran harga dari Rp. 100 ribu hingga Rp. 2 juta. 
 
"Kami membuka outlet dirumah saja dengan memanfaatkan media online yang berlokasi di Jl. Gajahsura Gang Taman Sari, Peguyangan Denpasar Utara," ujarnya sembari mengatakan tantangan yang dihadapi saat ini adalah bahan baku serta tenaga tukang jarit. [rls/pur/wrt]


Sabtu, 26 November 2016 | 07:27 WITA


TAGS: WMD Bisnis Usaha Denpasar



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1597