Ernawati, Lama Menetap Di Bali Hingga Praktekkan Adat Istiadat Hindu Bali

Sabtu, 26 November 2016 | 16:00 WITA

Ernawati, Lama Menetap Di Bali Hingga Praktekkan Adat Istiadat Hindu Bali

Ernawati, seorang muslim, melaksanakan upacara ngulapin di tempat kejadian kecelakaan. [source: erna]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM    Males Baca?

Beritabali.com - Denpasar. Tepat tiga bulan lalu, yakni tertanggal 28 Agustus 2016, Ernawati (32) mengalami kecelakan di Jalan Raya Batubulan. Kala itu, hari masih menunjukkan pukul 04.30 Wita, Erna yang berkendara seorang diri menabrak sebuah pohon hingga dirinya mengalami patah di kedua kakinya. 
 
Setelah 20 hari lamanya berbaring di rumah sakit, Erna akhirnya diperbolehkan pulang. Dirinya yang merupakan pendatang di Bali akhirnya kembali pulang ke kampung halamannya, Jember, Jawa Timur. Namun, selama di Jawa, Ia meyakini, dirinya masih mempunyai hutang yang harus dilunaskan di Bali. 
 
Baru di hari kelima bulan November, Erna akhirnya bisa kembali datang ke Bali. Misinya, masih sama, yakni membayar hutangnya. 
 
Segeralah Ia bertemu dengan pemilik rumah tempat Ia menabrak pohon pada kecelakaan waktu itu, yang Ia kenal dengan nama "Ibu Ani". 
 
Kedatangannya, bukan untuk membayar ganti rugi, namun untuk membayar hutang kecelakaannya lewat upacara ngulapin. 
 
"Saya cuma mengikuti tradisi bali, yang teman saya sarankan untuk melakukan upacara ngulapin," jelasnya ketika Beritabali.com coba mengonfirmasi kabar tersebut pada Sabtu (26/11). 
 
Erna yang merupakan seorang muslim ini mengakui dirinya telah dinasehati oleh seorang temannya sejak Ia berada di rumah sakit untuk segera melakukan upacara. Sebab, Ia meyakini tempat kecelakaannya merupakan kawasan suci lewat berdirinya sebuah Sanggah, tempat sembahyang umat Hindu Bali. 
 
"Nyawa saya masih ada disana dan biar gak inget lagi akan kejadian disana,saya harus melakukan upacara ngulapin. Saya sempet di kasih air tirta juga," tambahnya. 
 
Lebih rinci, Erna menceritakan, setalah dua hari kedatangannya di Bali, Ia baru kemudian menemui Ibu Ani, si pemilik rumah. 
 
"Begitu kaki saya sudah lumayan,saya langsung ke Bali, setelah dua hari di Bali saya datang ke rumah bu anik, untuk minta tolong di siapkan banten dan pemangkunya untuk upacara ngulapin," jelasnya. 
 
Dikarenakan masih mencari hari baik, upacara ngulapin tersebut baru kemudian bisa diadakan Senin kemarin, (21/11). 
 
Ditanya mengenai pandangan keluarganya, Erna menyatakan sama sekali tidak ada pertentangan. Bahkan, menurutnya, keluarga di Jawa sangatlah mendukung dilakukannya upacara tersebut.  
 
"Keluarga saya menanggapi positif, karena saya tinggal di bali, saya mencari rezeki di Bali, saya harus menghormati adat Bali dan leluhur Bali, itu prinsip saya, terlepas agama saya muslim, saya percaya akan adanya karma phala di Bali," jelasnya pada Beritabali.com [wrt]


Sabtu, 26 November 2016 | 16:00 WITA


TAGS: kecelakaan upacara hindu ngulapin




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1410