Perbekel & Lurah Se-Kabupaten Gianyar Unjuk Kebolehan Lomba Busana Ke Pura

Senin, 28 November 2016 | 23:00 WITA

Perbekel & Lurah Se-Kabupaten Gianyar Unjuk Kebolehan Lomba Busana Ke Pura

Lomba Busana ke pura memperingati hari Ibu yang ke-88 di Kabupaten Gianyar. [source: istimewa]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com - Gianyar. Perbekel dan lurah se-kabupaten Gianyar unjuk kebolehan memperagakan busana ke pura berpasangan, dalam lomba Busana ke pura memperingati hari Ibu yang ke-88 di Kabupaten Gianyar, di balai Budaya Gianyar, Senin (28/11). 
 
Setelah para perbekel dan lurah yang sehari-hari disibukan dengan tugas pemerintahan, kini perbekel dan luruh tersebut juga harus berani tampil memperagakan busana ke pura bersama pasangannya. 
 
Diringi tepuk tangan riuh dan gelak tawa penonton, para model dadakan ini tetap tampil percaya diri. Seperti ditegaskan oleh Ketua PKK kab. Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, yang diutamakan dalam lomba ini adalah bukan harus tampil bak seorang model professional, namun mengenai keberanian tampil di atas panggung.
 
Ny. Adnyani Mahayastra yang selaku Ketua Dekranasda Kab. Gianyar menambahkan tujuan dari lomba ini sejatinya adalah ingin memberikan pemahaman pada masyarakat mengenai etika berbusana ke pura yang baik dan benar. 
 
Para perbekel dan lurah adalah ujung tombak masyarakat, mereka nantinya dapat memberikan contoh sepantasnya busana ke pura yang sesuai dengan etika dan agama hindu.
 
“Tidak disangka mereka tampil luwes dan percaya diri, Saya sangat salut meski ada yang grogi namun tetap percaya diri,” tegas Ny. Adnyani Mahayastra. 
 
Ny. Adnyani Mahayastra yang juga bertindak sebagai dewan juri bersama anggota juri lainnya seperti Dra. A.A Ayu Ketut Agung, MM dan Dewa Putu Metayana, SE, mengatakan selain dipilihnya juara satu hingga harapan juga akan dipilih juara favorite,  busana terbaik, pasangan terbaik atau serasi, make up terbaik, dan best catwalk. 
 
Khusus untuk make up atau tata rias terbaik, yang dinilai bukan pesertanya namun salon desa yang merias para peserta. Seperti diketahui seluruh peserta lomba wajib dirias oleh salon desa yang ada di wilayah masing-masing.
 
“Ini sekaligus sebagai tantangan dan uji coba bagi pengelola salon desa, apakah mereka sudah mampu mengaplikasikan ilmu yang mereka dapat selama pelatihan,” tegas Ny. Adnyani Mahayastra.
 
Sedangkan untuk kriteria lomba, dijelaskan bahwa hal yang lebih ditekankan adalah pada keserasian, penampilan, dan kerapian saat memperagakan busana di panggung.
 
Bupati Gianyar, A.A. Gde Agung Bharata, saat membuka lomba mengaku sangat bangga dengan kebersamaan yang ditunjukan para pasangan perbekel/lurah se-Kabupaten Gianyar. 
 
Menurut Bupati Agung Bharata, kesuksesan seorang perbekel di masyarakat tidak bisa dilepaskan dari peran seorang istri. Mereka harus saling bekerjasama apalagi istri perbekel merupakan Ketua TP.PKK di desa/kelurahan.
 
Sebagai wujud apresiasinya Bupati Agung Barata secara spontan memberikan tambahan hadiah bagi peserta lomba dua kali lipat dari semula. Untuk juara pertama berhak mendapat hadiah Rp 15 juta, juara kedua berhak mendapat Rp 10 juta dan juara ketiga berhak mendapat Rp 5 juta.
 
Setelah melewati proses penjurian yang cukup alot, akhirnya terpilih sebagai juara pertama pasangan Lurah Bitera Kec. Gianyar, Juara Kedua Lurah beng Kec. Gianyar, Juara ketiga Perbekel Desa Melinggih Kec. Payangan.  Sedangkan juara favorite Perbekel Desa Bona Kec. Blahbatuh, Juara Busana Terbaik diraih Lurah Gianyar, Juara Pasangan terbaik diraih Perbekel Desa Sukawati, Juara Best catwalk diraih Lurah Ubud dan untuk make up terbaik diraih Salon Desa Bresela Payangan. [rls/Eni/wrt] 


Senin, 28 November 2016 | 23:00 WITA


TAGS: busana pura ibu



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: