Wabup Kasta: FKUB Harus Dimanfaatkan Dengan Maksimal

Selasa, 29 November 2016 | 00:00 WITA

Wabup Kasta: FKUB Harus Dimanfaatkan Dengan Maksimal

Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta, memberikan pengarahan pada acara Sosialisasi Hasil Musyawarah Antara Umat beragama dan Konferensi Nasional II FKUB Tahun 2016 . [source: istimewa]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM    Males Baca?

Beritabali.com - Klungkung. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) jangan hanya dibentuk saja. Melainkan juga harus difasilitasi dengan  anggaran. Sehingga, FKUB dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk mewujudkan kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Klungkung. 
 
Demikian disampaikan Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta, saat memberikan pengarahan pada acara Sosialisasi Hasil Musyawarah Antara Umat beragama dan Konferensi Nasional II FKUB Tahun 2016 pada Senin (28/11) di Ruang Rapat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung.
 
Sosialisasi ini juga dihadiri oleh ketua FKUB Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, Ketua FKUB Kabupaten Klungkung I Wayan Adnyana, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung Ida Bagus Made Oka Yusa Manuaba, serta Dewan Penasehat lembaga Umat dan Tokoh Umat beragama se Kabupaten Klungkung.
 
Lebih lanjut, Wabup Kasta yang juga selaku Ketua Pembina FKUB Kabupaten Klungkung menyampaikan FKUB Kabupaten Klungkung harus dipertahankan dan ditingkatkan dalam menanggulangi masalah kerukunan umat beragama yang harus diselesaikan dengan Musyawarah dan dialog- dialog dengan pikiran yang jernih, jiwa dan hati yang baik. 
 
"Mari kita bersama-sama tumbuhkan rasa kebersamaan dan jaga kerukunan antar umat beragama di kabupaten Klungkung,” jelas Wabup Kasta.
 
Salah satu pengurus FKUB Provinsi Bali, I Gede Nurjaya, mengatakan adapun program-program yang sudah ditetapkan antara lain, mengadakan dialog dengan tokoh-tokoh umat, menampung aspirasi organisasi masyarakat dan  menyalurkannya  aspirasi tersebut, serta menambah kapasitas dan wawasan dengan melakukan kunjungan-kunjungan ke daerah.
 
Ketua FKUB Provinsi Bali dalam arahanya menyampaikan hidup rukun harus diwujudkan. Tanpa kerukunan, tidak akan bisa diwujudkan kedamaian dan ketentraman antar umat beragama. Hal ini tentunya juga harus diimbangi dengan kesigapan para pemimpin-pemimpin umat dengan  mengadakan sosialisasi dan koordinasi.
 
Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet mengatakan, Bali sudah menjadi ikon nasional dalam menjaga kerukunan umat beragama. Ia mengatakan, dalam mempertahankan hal tersebut, Bali memiliki identitas filosofis, menguatkan Pancasila, Menyame Braya, dan Tat Twam Asi. 
 
“Di Bali, kita sudah punya warisan leluhur, yakni konsep menyame braya, Tat Twam Asi. Selain itu untuk skala nasional kita terus dengungkan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, bahwa kita semua bersaudara satu sama lainnya,” ujar Agung Putra Sukahet. [rls/pur/wrt]


Selasa, 29 November 2016 | 00:00 WITA


TAGS: agama kerukunan




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: