Demam "Om Telolet Om", Pabrik Klakson Laris

Jumat, 23 Desember 2016 | 11:00 WITA

Demam

ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM    Males Baca?

Beritabali.com, Jakarta. Fenomena "Om Telolet Om" yang kini mampu menyedot perhatian dunia, ternyata bisa menjadi berkah bagi masuknya investasi ke Indonesia. Tak percaya?
 
Ketua Forum Transportasi Laut Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Leny Mayouri, menuturkan, penggunaan klakson yang menjadi ciri khas dari sisi kultural, masyarakat Indonesia, bisa berdampak positif.
 
BACA JUGA: 
"Semua orang kan melihat ada yang khas di Indonesia, melalui fenomena om telolet om. Selanjutnya menjadi viral, sehingga seluruh jenis angkutan umum menggunakan klakson tersebut," papar Leny di Hotel Falatehan, Jakarta, Kamis (22/12).
 
Hanya saja, Leny bilang, demam "Om Telolet Om", tidak akan berumur panjang. Untuk itu, pemerintah seharusnya menangkap peluang ini sebagai momentum untuk promosi untuk menyedot investasi dari luar.
 
Kata leny, tidak menutup kemungkinan ada industri bus dari luar negeri, tertarik untuk membangun pabrik di Indonesia, gegara fenomena 
 
"Om Telolet Om". Atau pabrik sparepart menciptakan klakson yang bunyinya seperti fenomena "Om Telolet Om". "Ini jadi peluang investasi mereka untuk sektor transportasi di Indonesia," tuturnya.
 
BACA JUGA: 
Atau, kata Leny, bisa juga ini dapat meningkatkan industri pembuat klakson bahkan dapat menjadi nilai tambah untuk ekspor. Sebab tingginya antusiasme dunia terhadap fenomena telolet.
 
"Ini (bisa) menjadi market yang sangat besar," tukasnya. [bbn/idc/wrt]


Jumat, 23 Desember 2016 | 11:00 WITA


TAGS: Klakson Bus Fenomena Om Telolet Om




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1409