Libur Akhir Tahun, Wisatawan Ramai Kunjungi Penglipuran Bangli

Jumat, 30 Desember 2016 | 08:25 WITA

Libur Akhir Tahun, Wisatawan Ramai Kunjungi Penglipuran Bangli

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM    Males Baca?

Beritabali.com, Bangli. Musim libur panjang Natal dan Tahun Baru, Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli ramai dikunjungi wisatawan baik domestik maupun asing. Di tempat ini, wisatawan bisa melihat desa tradisional yang belum lama ini dinobatkan sebagai salah satu desa terbersih di dunia.
 
Obyek wisata Desa Penglipuran ini terletak di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Desa wisata ini berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Kota Denpasar.
 
Untuk masuk ke desa wisata berbasis masyarakat ini, wisatawan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 15 ribu per orang untuk wisatawan domestik dan Rp 30 ribu untuk wisatawan asing.
 
Memasuki area desa wisata Desa Penglipuran, suasana desa tradisional Bali langsung terlihat. Jalanan desa tampak masih tradisional, dengan ciri khas angkul angkul atau gapura rumah warga yang semua bentuknya seragam.
 
Selain bisa melihat suasana Desa Bali yang masih tradisional, pengunjung yang datang juga bisa menikmati kondisi lingkungan yang bersih dan rapi. Warga desa begitu sadar untuk selalu menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, seperti menata kebun rumah masing masing.
 
Selain itu, wisatawan juga bisa melihat pura desa yang sudah berumur ratusan tahun, berjalan jalan ke hutan bambu, dan melihat Karang Memadu, yakni sebuah area yang disiapkan bagi warga desa yang ingin memiliki istri lebih dari satu. Meski sudah disiapkan oleh pihak desa, namun Karang Memadu hingga kini belum pernah digunakan.
 
Selama musim liburan, jumlah pengunjung meningkat hingga 15 persen atau mencapai 400 pengunjung per hari. 
 
"Jumlah ini diperkirakan akan semakin meningkat menjelang pergantian tahun baru. Pada tanggal 1 Januari diperkirakan bisa mencapai 4 ribu orang pengunjung,"jelas I Nengah Moneng, Ketua Pengelola Desa Wisata Penglipuran.
 
Menurut warga, Desa Penglipuran bisa menjadi bersih karena warisan kebiasaan dari para leluhur mereka. Sejak kecil warga selalu dibiasakan hidup bersih dan menjaga alam sekitar. Kondisi ini juga diperkuat dengan awig awig atau aturan desa adat.
 
Dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan, warga setempat mulai menikmati hasilnya. Kini di setiap rumah warga terdapat warung, art shop, hingga home stay.
 
Desa Penglipuran menjadi salah satu desa terbersih di dunia versi sebuah media perjalanan wisata. Dua desa lainnya adalah Desa Giethoorn di Belanda dan Desa Mawlynnong di India.[bbn/psk]


Jumat, 30 Desember 2016 | 08:25 WITA


TAGS: penglipuran bangli




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1408