Sukrawan Komit Garap Pasar Tradisional dan Batasi Pasar Modern

Rabu, 11 Januari 2017 | 09:56 WITA

Sukrawan Komit Garap Pasar Tradisional dan Batasi Pasar Modern

Dewa Nyoman Sukrawan melakukan blusukan ke beberapa tempat dan juga pasar tradisonal di Kota Singaraja pada , Selasa (10/01) . [bbcom]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM    Males Baca?

Beritabali.com, Buleleng. Calon Bupati dari jalur perseorangan atau jalur independen Dewa Nyoman Sukrawan, Selasa (10/01) melakukan blusukan ke beberapa tempat dan juga pasar tradisonal di Kota Singaraja. 
 
Melihat kondisi pasar tradisonal, Sukrawan berkomitmen untuk menggarap pasar tradisional agar lebih bersih dan nyaman bagi para pembeli. Komitmen tersebut juga ditegaskan guna membatasi pertumbuhan pasar modern yang kian menjamur. 
 
Sukrawan, menyebutkan bahwa untuk mengatur hal ini, Ia akan menerapkan perda yang sudah ada tanpa pandang bulu. 
 
 
Sukrawan mengaku, ketika dirinya melihat kondisi riil dilapangan soal pasar tradisional di Kota singaraja, masih terbilang jorok dan kurang ditata. Menurutnya penataan yang baik untuk para pedagang sesuai dengan yang dijualnya akan lebih mempermudah para pembeli untuk bertransaksi dan kesan jorok akan hilang jika ditata dengan baik. 
 
"Saya lihat tadi antara dagang ikan, dagang kopi, dagang jajan dan juga dagangan lain kumpul di satu tempat dan tidak tertata sehingga bau yang ditimbulkan oleh daging ketika akan membeli jajan dan kopi sangat terasa. Karena itu perlu penataan kedepan agar kebersihan dan penataan pedagang menjadi modal pengembangan pasar tradisonal di Buleleng," ungkap Sukrawan. 
 
Dirinya ingin fokus mengembangkan pasar tradisional tidak hanya di Kota singaraja tapi juga beberapa wilayah desa yang aktivitasnya cukup padat. Disamping itu pasar modern akan dibatasi perkembangannya karena berimplikasi pada kurangnya minat masyarakat ke pasar tradisional. Karena itu perda yang sudah ada akan diterapkan dengan tegas untuk membatasi ruang gerak menjamurnya pasar modern di Buleleng
 
"Kunci dari pengembangan pasar tradisonal kan menjaga kebersihan seperti yang dijual oleh pasar modern saat ini, karena itu Kebersihan dan penataan yang baik akan membuat pasar tradisional tidak kalah dengan pasar modern yang ada saat ini," tegas Sukrawan. 
 
Ia juga menambahkan bahwa kemauan, ketegasan, dan kerja keras dari pemimpin di daerah yang akan menjadikan pasar tradisonal lebih baik dari pasar modern seperti contohnya di Denpasar yang saat ini penataan pasar tradisional sangat baik. Karena itu, menurutnya pemimpin harus sering turun kebawah untuk melihat kondisi riil di lapangan sehingga tahu pokok persoalan yang ada dan bisa dicarikan solusi pemecahannya. 
 
Sementara, kegiatan blusukan Dewa Sukrawan yang merupakan calon bupati Buleleng dari nomer urut 1 berkaitan dengan kegiatan jadwal kampanye yang ditetapkan KPU Buleleng. Beberapa tempat dikunjungi Mantan Ketua DPRD Buleleng tersebut yakni Pasar Anyar Singaraja, Pasar Buleleng serta bertemu dengan warga masyarakat di Paket Agung, Liligundi, Beratan serta beberapa tempat lainnya. [pan/wrt]


Rabu, 11 Januari 2017 | 09:56 WITA


TAGS: pemilukada Buleleng




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1408