ST. Yowana Banjar Lebah Sumerta Gelar Lomba Tari Jauk Manis dan Makendang Tunggal

Sabtu, 28 Januari 2017 | 12:00 WITA

ST. Yowana Banjar Lebah Sumerta Gelar Lomba Tari Jauk Manis dan Makendang Tunggal

Tari Jauk Manis dalam HUT ST. Yowana Jaya ke- 71th Banjar Lebah, Desa Adat Sumerta. [ist]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM    Males Baca?

Beritabali.com, Denpasar. Sebagai bentuk apresiasi terhadap peringatan HUT ST. Yowana Jaya ke- 71th Banjar Lebah, Desa Adat Sumerta, ST. Yowana Br. Lebah, Kecamatan Denpasar Timur mengadakan sebuah lomba Tari Jauk Manis dan Makendang Tunggal untuk pertama kalinya, Jumat sore, (27/1) di Balai Banjar Lebah, Desa Adat Sumerta. 
 
Kegiatan ini pun dihadiri dan disaksikan langsung oleh Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra sekaligus membuka festival yang ditandai dengan Nepak Kendang (Pemukulan Kendang).
 
Sebelum lomba tari jauk manis dan makendang tunggal Banjar ini di mulai, para penonton dipukau dengan penampilan penari jauk manis dan mekendang tunggal yang dimainkan oleh warga setempat. Uniknya, tukang kendang tunggal ini dimaikan oleh wanita. 
 
Dengan luwes dan gagah  penari ini menarikan tarian jauk dengan pakem-pakem yang kokoh sesuai dengan karakter jauk yang kuat. Diiringi dengan irama kendang yang memicu semangat, tarian jauk ini pun semakin lincah ditarikan untuk menghibur para penonton.
 
Sementara Ketua Panita Lomba I Gede Darma Sadnyana mengatakan, selain untuk melestarikan seni budaya, lomba tari jauk manis dan makendang tunggal ini juga sebagai sebagai ajang untuk menggali potensi seniman muda Denpasar. Disebutkan pula, lomba tari jauk manis dan makendang tunggal ini di ikuti oleh 46 pasang peserta se-Bali dengan katagori umum. Lomba dibagi dalam dua hari pelaksanaan lomba yakni pada tanggal 27 Januari 2017 sebanyak 23 pasang penari serta pekendang dan tanggal 28 Janurai 2017 sisanya sebanyak 23 pasang lagi.
 
Salah satu peserta penari Made Redi Kesuma asal Gianyar mengatakan, lomba tari jauk manis dan makendang tunggal se-Bali yang diselenggarakan ST. Yowana Jaya, Br. Lebah Denpasar ini sangatlah bagus dan menarik sekali. 
 
"Lewat lomba seperti ini kita sebagai penari bisa menyalurkan bakat dan hobi sekaligus bisa menampilkan sebuah karya seni budaya Bali dengan pakem-pakem yang ada guna pelestarian seni budaya kususnya tari jauk dan kendang. Apa lagi ini lomba se-Bali, pasti akan banyak sekali penari-penari muda yang akan menunjukan keahliannya dalam menari dan saya harapkan lomba-lomba seperti ini bisa terus diselenggarakan," jelasnya. [rls/ays/wrt]


Sabtu, 28 Januari 2017 | 12:00 WITA


TAGS: jauk manis mekendang tungga denpasar bali




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

HASIL SEMENTARA SIMULASI POLLING PEMILIHAN BAKAL CALON GUBERNUR BALI 2018
    • Dr. IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa
    • Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos
    • Dr.Ir. Wayan Koster, M.M.n.
    • I Gede Pasek Suardika, SH
    • Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
    • Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M.Si
    • Drs. I Ketut Sudikerta
    • Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya S.IP
    • Total responden sampai saat ini: 1409